Indonesia Berdakwah

Suami dan Anak Berobat ke Jakarta, Istri Tewas Bersimbah Darah di Martil

Jasad Heriyawati br Siagian (50) ditemukan tewas bersimbah darah dengan tangan diikat dan mulut disumpal kain, di dalam rumah kontrakanya di Jalan Abadi, Lingkungan XX, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Ahad (28/7/2019) pagi.[SUR]

TRANSINDONESIA.CO – Heriyawati br Siagian (50) ditemukan tewas mengenaskan dengan bersimbah darah dan tangan diikat serta mulut disumpal kain, di dalam rumah kontrakanya di Jalan Abadi, Lingkungan XX, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumtera Utara, Ahad (28/7/2019) pagi.

Korban pertamakali diketahui kerabat korban Florida br Panjaitan (54) yang datang ke rumah korban. Namun, saksi mengetok dan memanggil-manggil tidak ada sambutan dari dalam rumah.

Hal ini membuat Florida curiga, kemudian meminta kepada pemilik kontrakan untuk memanggil tukang kunci. Begitu pintu berhasil dibuka, Kepala Lingkungan XX bersama warga dan pemilik kontrakan, ditemukan korban sudah tewas berlumuran darah sudah menghitam.

Diduga, pelaku yang masih belum diketauhi identitasnya itu menghabisi korban dua hari lalu dengan cara memukul kepala korban dengan martil.

Informasi di tempat kejadian perkara (TKP) diperoleh keterangan, pada Jumat (26/7/2019) sekitar pukul 22:30 WIB, warga sekitar melihat ada kejanggalan di dalam rumah korban. Suara Radio terdengar kencang. Tapi korban tidak menyahut saat namanya dipanggil-panggil. Anehnya lagi handphone korban berdering saat dihubungj namun tidak jawaban.

“Jumat malam jam 22:30 WIB, saya dapat laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa di rumah korban ada sedikit kejanggalan karena suara tape cukup keras, ditelpon tidak diangkat. Saya datang ke lokasi, disana ada keluarga korban, saya telepon tukang kunci namun tukang kunci tidak bisa datang. Pintu mau dibuka paksa tapi tidak diizinkan pemilik kontrakan. Nah, ini hari ini datang tukang kunci, disaksikan kerabat korban dan warga. Setelah rumah dibuka di ruang makan ditemukan korban dalam keadaan terlentang berlumuran darah. Sepertinya ada luka di kepala, setelah itu baru kami lapor ke Polsek Sunggal,” ucap Kepala lingkungan (Kepling) XX, Yono.

Hal yang sama juga dikatakan kerabat korban, Florida Br Panjaitan. “Jumat malam itu kami curiga, kok ada suara tape tapi kami panggil tidak menyahut. Kami telepon juga tidak diangkat makanya kami panggil Kepling. Baru pagi ini kami buka pintunya tapi aku tidak berani masuk, rupanya kakak itu sudah meninggal. Di depan rumah korban tadi ada martil, sudah dibawa polisi saat mengevakuasi korban,” ucap Florida.

Sementara, kesaksian tetangga sebelah rumah korban, Irawati (43) menjelaskan pada pada Jumat pagi korban masih terlihat sedang menyapu halaman rumahnya. Sore harinya, dia mendengar suara tangis korban dari dalam rumah.

“Jumat pagi korban masih menyapu halaman, Jumat sore terdengar suara ibu itu seeprti menangis. Kupanggil tetangga lain Mamak Dipa, kubilang kok nangis ibu itu ya, ada apa. Tapi aku tidal tahu ada apa kejadian, baru pagi inilah aku tahu ibu itu sudah ninggal,” jelas Irawati.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Polrsetabes Medan, Iptu Syarif Ginting mengatakan korban tinggal sendiri karena suaminya yang sedang sakit pergi berobat ke Jakarta bersama anaknya.

“Setelah mendapat laporan warga, kami langsung ke TKP dan mendapati mayat seorang wanita dalam keadaan tewas bersimbah darah. Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan mengambil keterangan saksi-saksi. Mayat korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan otopsi,” kata Syarif. [SUR]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.