TRANSBISNIS

Ketahanan Ekonomi Nasional Bobol Bila Tak Siap Hadapi e-Commerce

Penulis: Dr.Daduk Merdika Mansur,ST,MM

TRANSINDONESIA.CO – Perkembangan digital kian tak terbendung semakin merasuk ke seluruh jejaring dan sendi-sendi perekonomian Nasional perlu disikapi dengan penelitian dan keilmuan agar ketahanan ekonomi Indonesia “tak bobol”.

Untuk itulah kenapa pentingnya penelitian, karena 90 persen barang yang dijual secara online adalah import. e-Commerce adalah gerbang masuknya barang import sehingga bangsa kita harus ahli berjualan onlie untuk menjaga agar produk-produk Nasional tetap bisa menang.

Disisi lain, tingginya pengguna internet (online) sampai ke pelosok desa namun belum berdampak pada pertumbuhan penggunaan e-commerce, sehingga berpotensi hilangnya peluang bisnis di Indonesia.

Teori yang ada menyebutkan tingginya pengguna internet akan dapat meningkatkan penggunaan e-commerce.

Sementara, penelitian berkaitan dengan penerimaan dan penggunaan e-commerce masih sedikit, hingga perlu dilakukan penelitian lebih banyak dan mendalam untuk menjaga ketahanan produk Nasional.

Penelitian yang paling lengkap berkaitan dengan penerimaan teknologi yaitu Unified Theory Acceptance and Use of Technolugy (UTAUT) lebih mengarah terhadap penerimaan teknologi yang tidak berkaitan dengan transaksi online.

Berdasarkan gap empiris dan teori ini maka diperlukan penelitian untuk menemu kenali, mengkaji dan menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan e-commerce di Indonesia.

Temuan riset ini menunjukan bahwa semua variabel independent Perceive Convenience (tingkat persepsi kenyamanan), Habit (merupakan kebiasaan), Effort Expectancy (harapan e-commerce dapat memudahkan pekerjaan pengguna), Sosial Influence (tingkat persepsi individu terhadap persepsi orang pengaruh sosial), Facilitating Condiiton (mensuport penggunaan sistem), Performance Expectancy (harapan performansi berpengaruh terhadap niat menggunakan e-commerce), Perceive Risk (persepsi resiko), Trust (faktor kepercayaan diduga memiliki porsi paling besar bagi keputusan penggunaan e-commerce dalam berbelanja), mempengaruhi penerimaan e-commerce dan dihasilkan R2 sebesar 88.1 persen. Penelitian juga menemukan pengaruh terhadap penggunaan e-commerce (Use Behavior) sebesar 79.4 persen dengan menggabungkan beberapa konstruk pada penelitian sebelumnya serta menambah beberapa konstruk baru memiliki adjusted variance (R2) tertinggi yang dihasilkan sebesar 64.9 persen.

Penelitian tersebut menghasilkan model terbaru yang mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan e-commerce sehingga sangat tepat dijadikan rujukan bagi provider atau pelaku bisnis e-commerce dalam menyususn dan menetapkan strategi bisnisnya.

Kenapa penelitian ini penting, tidak lain untuk menjaga produk-produk Nasional tetap unggul di Negeri sendiri dan benteng ketahanan ekonomi kita. Sebaliknya, ketahanan ekonomi Nasional bisa bobol jika kita tidak ahli berjualan online.

 

[Dr.Daduk Merdika Mansur,ST,MM]

Related posts

Indonesia Siap Lawan Gugatan Newmont

transindonesia.co

NTP Bali Turun Tipis

transindonesia.co

Harga Anjlok, Petani Rumput Raut Mengeluh

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.