TransIndonesia
TRANSMARITIM

Iran: Misi Perlidungan Maritim Eropa Kirim Pesan Permusuhan

Kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero di pelabuhan Iran Bandar Abbas, yang ditahan Garda Revolusi Iran saat berada di Selat Hormuz, Sabtu (20/7). [AP]

TRANSINDONESIA.CO – Negara-negara Eropa membentuk koalisi angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal tanker dan kargo di Teluk Persia. Berdasarkan laporkan kantor berita semiresmi Iran yakni, Fars juru bicara pemerintah Iran Ali Rabie mengatakan koalisi itu memberikan pesan permusuhan terhadap Iran.

“Apa yang Anda dengar, bahwa mereka ingin mengirimkan armada Eropa ke Teluk Persia mengirimkan pesan permusuhan, ini provokatif dan akan meningkatkan ketegangan,” kata Rabiei, Ahad (28/7).

Pekan lalu tiga diplomat senior Uni Eropa mengatakan Prancis, Italia dan Denmark mengisyarakatkan mendukung rencana Inggris tersebut. Misi angkatan laut yang dipimpin Eropa ini untuk memastikan keamanan kapal-kapal yang berlayar melalui Selat Hormuz.

Rencana tersebut diajukan setelah Iran menyita kapal tanker Inggris di selt tersebut. Dalam Rapat Parlemen, Selasa (23/7) pekan lalu Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt penyitaan yang dilakukan Iran sebagai ‘tindakan perompakan yang dilakukan negara’.

Inggris bersitegang dengan Iran setelah Garda Revolusi Iran menyita kapal tanker berbendera Britania Raya pada Jumat (19/7) lalu. Menurut Iran kapal tanker itu bertabrakan dengan kapal nelayan. Inggris yakin penyitaan itu sebagai tindak balasan karena Angkatan Laut Inggris menyita kapal tanker Iran yang menyalahi sanksi Uni Eropa ke Suriah di Gibraltar.

Menurut Hunt harus ada koordinasi internasional untuk menanggapi penyitaan itu. Hunt mengumumkan beberapa detail berharga misi perlindungan yang ia usulkan. Tapi ia mengatakan sekutu-sekutu Eropa Inggris akan memainkan peranan besar dalam menjaga jalur pelayaran agar tetap terbuka.

Seperlima jalur perdagangan minyak dunia melewati selat sempit antara Iran dan Oman. Menteri luar negeri itu mengatakan Iran harus mengerti aksi mereka hanya akan membuat semakin banyak militer negara-negara Barat menjajakan kaki mereka di kawasan.

“Dengan berat hati kami kami mengumumkan peningkatan kehadiran internasional di Teluk, karena fokus diplomasi kami adalah menurunkan ketegangan dengan harapan perubahan semacam ini tidak perlu dilakukan,” kata Hunt.[ROL]

Related posts

Bom Bardir Suriah, 2 Ribu Warga Sipil Tewas

transindonesia.co

Malaysia Pastikan MAS, SBY Dukacita Melalui Twitter

transindonesia.co

Doa Afghanistan untuk Korban Gempa – Tsunami Palu

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.