TRANSJAWA

Keluarga Petugas KPPS di Sleman Terima Santunan

Penyerahan santunan kepada keluarga atau ahli waris petugas-petugas KPPS dan Panwaslu di Kabupaten Sleman yang meninggal dunia. Santunan diserahkan Bupati Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sri Muslimatun di Pendopo Parasamya, Sabtu (18/5/2019).Republika

TRANSINDONESIA.CO – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyerahkan santunan kepada keluarga lelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan panitia pengawas pemilu (panwaslu) yang meninggal dunia. Secara keseluruhan, ada tujuh orang petugas KPPS dan satu orang petugas panwaslu yang wafat di Sleman.

Kabupaten Sleman tercatat memiliki jumlah petugas yang meninggal dunia terbanyak di DIY. Ada total delapan orang petugas yang meninggal dunia di Sleman. Jumlah itu belum termasuk mereka yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Pemkab Sleman memberikan santunan kepada keluarga petugas yang ditinggalkan. Santunan diserahkan oleh Bupati Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sri Muslimatun. Kegiatan ini berlangsung pada resepsi Hari Jadi ke-103 Kabupaten Sleman,

Dalam sambutannya, Sri Purnomo mengungkapkan, pihaknya turut berempati atas duka yang dialami KPSS dan Panwaslu setempat. Dia pun berharap, santunan yang diberikan Pemkab Sleman dapat membantu keluarga yang ditinggalkan.

“Kami berduka cita mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS, tapi di luar itu, mereka merupakan pahlawan demokrasi,” kata Sri di Pendopo Parasamya Sleman, Sabtu (18/5).

Suasana haru begitu terasa saat santunan-santunan diserahkan. Hadir menerima santunan keluarga Lilik Siswanto dari Kecamatan Depok, keluarga Mursidi dari Kecamatan Godean, serta keluarga Sudarwanto dari Kecamatan Kalasan.

Selanjutnya, keluarga Basuki dari Kecamatan Ngaglik, Joko Susanto dan Tugiman dari Kecamatan Sleman, serta keluarga Budianto dan Hasto dari Kecamatan Mlati.

Setelah acara santunan itu usai, Sri Purnomo menyatakan pihaknya mengapresiasi tingginya angka partisipasi pemilu 2019 lalu di Sleman. Ia menilai, hal itu adalah salah satu hasil kerja keras para petugas KPPS dan Panwaslu.

“Partisipasi di atas 90 persen, bahkan kemarin ketika Tarawih Keliling di Kecamatan Cangkringan kita mendapat informasi partisipasi di sana mencapai 92 persen, jauh di atas rata-rata DIY,” ujar Sri.[ROL]

Related posts

Kota Surabaya Raih “Kota Masa Depan” dari Inggris

transindonesia.co

Nenek Penjual Petasan Divonis 3 Bulan Penjara

transindonesia.co

Jabodetabek Diperkirakan Diguyur Hujan

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.