TRANSMETRO

Polri Libas Terus Mafia Bola Sampai Tuntas

Ketua FWP Naek Effendi Pangaribuan memberi plakat kepada Kepala Anev Satgas Antimafia Bola Polri, Kombes Pok Edi Ciptanto, pada diskusi "Libas Habis Mafia Bola" di 'Pojok Semanggi' Balai Wartawan Polda Metro Jaya, Jumat 15 Maret 2019.[ISH]

TRANSINDONESIA.CO – Kepala Anev Satgas Antimafia Bola Polri, Kombes Pok Edi Ciptanto, mengatakan Polri terus menghabisi mafia bola dan menyidik serta mengembangkan perkara yang sudah ditangani hingga tuntas.

“Sejak dibentuk, kami sudah dapatkan lima perkara dari lima laporan. 16 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan enam di antaranya ditahan,” kata Edi Ciptanto pada diskusi Forum Wartawan Polri (FWP) mengangkat tema “Libas Habis Mafia Bola” di ‘Pojok Semanggi’ Balai Wartawan Polda Metro Jaya, Jumat 15 Maret 2019.

Dari 16 tersangka dalam lima perkara kata Edi Ciptanto penyidik fokus menselesaikan dua perkara penyidikan yakni kasus Banjarnegara dan VW agar bisa segera dilimpahkan untuk disidangkan.

“Kami juga tetap lakukan penyelidikan untuk laporan lain yang baru masuk,” beber Edi Ciptanto sebagai nasa sumber diskusi mewakili Polri.

Pembicara lainnya, Kesit B Handoyo mewakili dunia jurnalis mengatakan, seluruh media di Indonesia saat ini sangat concern dengan upaya bersih-bersih Satgas Antimafia Bola Polri.

Berbagai hal yang dilakukan Satgas Antimafia Bola Polri selalu jadi perhatian khusus media, termasuk saat menetapkan dan memeriksa mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

“Mewakili awak media kita punya perhatian besar terhadap kerja keras Satgas Antimafia Bola Polri untuk membersihkan dugaan praktik mafia bola di tanah air,” ujar Kesit.

Kita sangat berharap Satgas Antimafia Bola Polri juga tak sampai ‘masuk angin” dan anti klimaks ketika menjalankan tugasnya.

Sementara itu, mewakili suporter Indonesia, Helmi Atmadja dari Forum Diskusi Suporter Indonesia mengatakan, sebagai suporter fanatik yang sudah menganggap sepak bola seperti ‘agama’ tentu menaruh harapan besar kepada Satgas Antimafia Bola kepada Polri untuk memberantas mafia bola.

“Kita datang ke stadion untuk mendukung tim, kita berharap mendapat suguhan laga yang menarik dan fair. Bukannya datang untuk menonton laga yang hasil akhirnya sudah diatur sebelumnya,” papar Helmi.

Kita mendukung penuh kerja Satgas Antimafia Bola Polri untuk memberantas mafia bola di Indonesia. Kita mau sepak bola Indonesia berprestasi dan bersih dari praktik mafia bola.

Selanjutnya, Akmal Marhali pengamat sepak bola berharap Satgas Antimafia Bola Polri bisa dan mau terus bergerak dengan intensitas tinggi untuk melumpuhkan seluruh ‘tentakel gurita’ mafia sepak bola di Indonesia.

“Gurita mafia bola sudah mengotori kolam sepak bola Indonesia dan menularkan penyakit ke banyak ikan yang ada di dalamnya,” jelas Akmal.

Untuk kembali menyehatkannya, tak ada jalan lain kecuali harapan kita agar Satgas Anti Mafia Bola Polri membersihkan kolam kotor tersebut.

“Libas habis guritanya, kuras airnya, angkat semua ikan-ikan yang sakit di dalam kemudian ganti ikan- ikan baru yang sehat,” ucap Akmal.[ISH/TRS]

Related posts

PRT Tewas di Rumah Mewah Majikan

transindonesia.co

Ini Enam Kapolres di Polda Metro Jaya Dimutasi

Idul Adha, H-3 Truk Tonase Besar Dilarang Masuk Tol

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.