TRANSMETRO

Korban WN Korea, Polda Metro Bongkar Jaringan Penggelapan dan Penadah Mobil Curian

Polda Metro Jaya menangkap 7 pelaku jaringan penggelapan dan penadah mobil curian berhasil diringkus polisi.[ISH]

TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Kelompok jaringan penggelapan dan penadah mobil curian berhasil diringkus polisi, salah satu korban yang pernah digelapkan merupakan milik warga negara Korea.

Subdit 6 Ranmor Dit Reskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penggelapan mobil modus sebagai sopir pribadi dengan korban warga negara Korea.

“Ada 7 tersangka yang berhasil diamankan yaitu AH,39 tahun, sebagai eksekutor dan 6 tersangka sebagai penadah berinisial AY,43 tahun, EL,43 tahun, HJ,44 tahun, AB,45 tahun, ES,39 tahun, dan RH,39 tahun. Awalnya tersangka AH melamar sebagai sopir pribadi diperusahaan orang asing dan setelah diterima menjadi supir pribadi oleh orang asing tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro, Kamis 14 Maret 2019.

Selanjutnya, pada hari pertama kerja setelah mengantar ke kantor orang asing tersebut. “Mobil dibawa kabur kemudian dijual kepada penadah tanpa dilengkapi dengan surat-surat yang sah dan dengan harga dibawah pasaran,” tambahnya.

Kejadian bermula pada Selasa 18 Desember 2018 dimana tersangka AH bertemu dengan kawanya Dadang Iskandar dan menanyakan pekerjaan sebagai sopir pribadi. “Kebetulan di perusahaan tempat bekerja Dadang sedang membutuhkan sopir pribadi untuk orang asing yang bekerja di Indonesia. Kemudian tersangka AH diperkenalkan kepada Mr Kim dengan menunjukan SIM A dan KTP untuk didokumentasikan,” ujar Kabid Humas.

Keesokan harinya,  Rabu 19 Desember 2018 pelaku masuk hari pertama menjadi sopir pribadi Mr.Kim yang berkantor di Gedung Menara Jamsostek Tower Utara dengan mengendarai mobil Toyota Kijang Innova Venturer.

“Sesampainya di kantor Mr Kim langsung turun dari mobil tersebut dan kemudian pada saat Mr Kim akan pulang tersangka sudah tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya,” ungkapnya.

Dadang kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan olah TKP oleh Polisi, penyidik mendapatkan rekaman CCTV. “Kemudian setelah pelaku teridentifikasi anggota melakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelas Kabid Humas.

Pada Kamis 14 Februari 2019 polisi berhasil menangkap pelaku di Tegal, Jawa Tengah. Dari keterangan tersangka diketahui bahwa mobil curian tersebut telah dijual kepada penadah bernama AB di Tegal Jawa Tengah dengan harga Rp65 juta.

“Kemudian penyidik melakukan pengejaran terhadap tersangka AB di Tegal Jawa Tengah dan pada tanggal 14 Februari 2019 tersangka berhasil ditangkap. Dari keterangan tersangka AB bahwa mobil tersebut sudah dijual kepada tersangka ES dan RH di Pemalang, Jawa Tengah, dengan harga Rp105 juta,” ucapnya.

Polisi langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka ES dan RH di Pemalang, Jawa Tengah. “Setelah ditangkap pelaku mengatakan mobil tersebut sudah dijual kepada orang Surabaya, Jawa Timur, bernama AY dan EL dengan harga Rp115 juta,” ujar Kabid Humas.

“Pada 18 Februari 2019 tersangka AY dan EL tertangkap di Mojokerto, Jawa Timur, dan dari keterangan tersangka AY dan EL mobil tersebut telah dijual di Surabaya, Jawa Timur kepada HJ dengan harga Rp125 juta,” tambahnya.

Tersangka HJ akhirnya ditangkap pada 19 Februari 2019 di Surabaya, Jawa Timur. “HJ mengatakan mobil tersebut telah dijual lagi kepada S (DPO) seharga Rp150 juta. S hingga kini masih dalam pengejaran petugas,” tegas Kabid Humas.

Para tersangka penadah selain membeli mobil Toyota Kijang Innova Venturer, juga telah memperjual belikan mobil lainnya tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dan diduga kendaraan tersebut hasil dari kejahatan.

“Total barang bukti yang berhasil disita sebanyak 53 unit kendaraan R4 berbagai merk dan jenis. Para tersangka terancam hukuman paling lama 4 tahun penjara,” terangnya.[ISH]

Related posts

Polisi Dalami Kebakaran Senen yang Mengakibatkan Dua Orang Tewas

transindonesia.co

Pin Emas untuk Martuani, Untung dan Tamat

transindonesia.co

Kejamnya Ibukota : Rumah Digusur, Tidur di Tanggul, Tewas di Kali Ciliwung

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.