Indonesia Berdakwah

Komplotan Rampok Pasutri Penyekap Wanita Diringkus Polisi

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Pasafngan suami istri (pasutri) dan 5 pelaku perampokan dan penyekapan terhadap YH,21 tahun, di daerah Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, berhasil dibekuk polisi. Polisi membekuk pasutri Barbie Arlifsyani Botani,21 tahun, dan suaminya Hartono,22 tahun.

Turut dibekuk lima pelaku lainnya yakni, Armando Yudho,19 tahun, Wahyu Hidayat,19 tahun, Angga Hazhari,20 tahun, M.Zaen Alrasyid,20 tahun, dan Iwan Darmawan,28 tahun, ditangkap di rumah kontrakan di daerah Cilodong, Senin 25 Maret 2019 malam.

“Terbongkarnya kasus penyekapan dan perampokan ini berdasarkan laporan YH warga Kampung Cimpaeun, bahwa dia telah menjadi korban penganiayaan, dan perampokan,” kata Kapolsek Sukmajaya, Kompol IGN Bronet Ranapati, Selasa 26 Maret 2019.

Menurut Bronet, kasus berawal ketika YH berkenalan dengan wanita muda bernama Barbie lewat akun Facebook bulan Februari. Kedunya cepat akrab dan langsung janjian kopdar (kopi darat) atau ketemuan di situ Cilangkap. Kepada YH, Barbie mengaku sudah janda dan mengajak korban ke rumah kontrakannya di Cilodong, Kota Depok.

“Korban percaya saja dengan omongan teman wanitanya yang mengaku sudah janda diajak ke rumah kontrakannya. Rupanya semua itu sudah diskenariokan dengan baik. Rupanya Berbie hanya berpura-pura lalu korban dituduh selingkuh oleh suami Barbie,” terang Bronet.

Dikatakan Bronet, di rumah kontrakan tersebut korban dianiaya dengan cara dikeroyok lalu hp dirampas sama pelaku Hartono.

“Tidak hanya dianiaya korban juga diperas jika mau dikembalikan motor Mio B 6833 TOP dan HP Xiomi harus membayar uang sebesar Rp2,5 juta. Selain itu juga korban sampai disekap beberapa jam,” ujarnya.

Setelah korban menuruti semua kemauan pelaku, langsung diantarkan oleh pelaku ke daerah Cilangkap. Berdasarkan pengakuan Barbie, wanita cantik berambut panjang ini mengaku disuruh oleh suaminya Hartono untuk mencari korban untuk bisa dikerjai.

“Karena pelaku ini tidak bekerja timbul ide jahat untuk menghasilkan uang. Hartono menyuruh istrinya Barbie mencari korban melalui kenalan di media sosial untuk mencari teman selingkuh, setelah itu bilang kalau sudah janda,” terangnya.

Hasil kejahatan yang diperoleh pelaku, lanjut Kapolsek, digunakan untuk foya-foya dan kebutuhan hidup sehari-hari. Dari tersangka, petugas menyita satu unit motor Mio B 6833 TOP, tiga HP berbagai merek, dan uang tunai Rp1,5 juta  sebagai barang bukti.

“Anggota telah memeriksa dua orang saksi dalam kasus ini. Ketujuh pelaku kita jerat pasal berlapis yaitu tindak pidana Curas, Peras dan atau Pengeroyokan sebagaimana di maksud dalam pasal 365 dan atau pasal 368 dan atau pasal 170 KUHP, dengan ancaman pidana diatas 7 tahun,” ungkapnya.[LIN]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.