TransIndonesia
TRANSMETRO

Dipalak itu “Sakitnya di Sini”

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Preman menjengkelkan dan dianggap benalu karena memalak. Bagi yang dipalak sakitnya sampai di sini sambil menunjuk pantatnya yang bolong. Bisa dibanyangkan, jika pantatnya bolong bagaimana akan duduk, berdiripun tetap terganggu bahkan untuk tidurpun tak nyaman.

Orang ygan biasa memalak memang tidak merasa bersalah bahkan tiada rasa empati yang dipalak sekarat sekalipun.

Palak memalak ini seringkali dibanggakan bahkan menjadi kebanggaan. Aneh bin ajaib berpesta di atas penderitaan. Korban pemalakkan kebanyakkan kaum rentan dan papa. Pemalak seakan tutup mata tak lagi merasa dosa dalam hidupnya. Palak memalak seringkali justru diwajibkan bahkan semakin lama semakin berat. Pemalak bukan saja di jalanan tetapi bisa juga yang kantoran. Suara sumbang tukang palak wani piro oleh piro.

Kaum pemalak tidak selamanya sangar bahkan bisa lembut dan kasta tinggi. Senyuman dan keramah tamahannya mengandung economy efeck. Tidak ada makan siang yang gratis. Semua sudah ada label harganya. Sakit di pantat korban pemalakkan malu berteriak karena butuh dan tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan wajib mengiyakan.[ Chryshnanda DL]

Related posts

Guru Ngaji Gandakan Uang Ditangkap

transindonesia.co

Waspadai Gas Elpiji 3 Kg Palsu di Tangerang

transindonesia.co

Nenek 58 Tahun Jual Ganja Dibekuk

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.