TRANSTEKNO

Canggihnya Sistem KTP di Beberapa Negara Ini

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang Anda miliki merupakan dokumen resmi penting. Indonesia mulai menerapkan penggunaan E-KTP untuk memudahkan pencatatan penduduk.

Meskipun proyek E-KTP Indonesia sedang ramai dibicarakan karena kasus korupsi, tapi tidak untuk beberapa negara maju di belahan dunia yang lain.

Negara maju umumnya telah menerapkan KTP sebagai smart card yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Beberapa negara ini menggunakan E-KTP sebagai alat pembayaran hingga alat kontrol sosial.

KTP di beberapa negara maju diselipkan teknologi canggih sehingga memudahkan dalam pencarian data dan dilengkapi dengan sistem yang tidak bisa digandakan atau dipalsukan.

  1. Malaysia

E-KTP di Malaysia disebut My Kad. Kartu ini dlengkapi dengan sistem 2 sidik jari yang berbeda. Teknologi tersebut menggunakan sisi dengan dua antar-muka dan memiliki fungsi masing-masing. Kartu ini juga bisa digunakan untuk transaksi online, pembayaran transportasi umum, perekam kesehatan, dan fungsi penting lainnya. Di Malaysia, My Kad diberikan kepada warga negara dengan usia diatas 12 tahun. E-KTP ini juga bisa digunakan untuk alat pengontrol bagi warga negaranya, misalnya penduduk beragama Muslim tidak boleh memasuki restoran yang tidak halal, pub, dan rumah judi.

  1. Uni Emirat Arab

Negara ini membuat KTP sejak usia 6 tahun, kemudian warganya wajib memperbarui data pada usia 15 tahun. Uni Emirat Arab menetapkan dua pilihan untuk proses perpanjangan, ada yang setiap 5 tahun sekali atau 10 tahun sekali. Pada tahun 2007, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi menandatangani perjanjian yang memungkinkan warga negaranya untuk menggunakan kartu identitas elektronik untuk perjalanan antara kedua negara tersebut melalui darat, laut, dan udara.

  1. Estonia

Negara ini memiliki sistem E-KTP paling canggih di dunia. KTP di negara ini diselipkan chip sebesar 2048 bit yang digunakan untuk menyimpan data penting penggunanya. Di negara ini KTP bisa digunakan untuk transaksi sehari-hari, transaksi online, pembayaran transportasi publik, voting online dan mengurus asuransi kesehatan nasional. Tahun 2015, Jepang mengadopsi E-KTP Estonia.

  1. Belgia

KTP di Belgia dan beberapa negara yang ada d wilayah Eopa memiliki sim card yang berfungsi untuk menyimpan data-data penting penduduk sehingga tidak dapat dipalsukan atau digandakan. Pada tahun 2000 Belgia merupakan negara pertama yang menggunakan kartu identitas elektronik di Eropa. Warga negara Belgia dapat melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa lain dengan KTP yang berfungsi sebagai paspor. Jika sakit, petugas kesehatan yang berada di apotek bisa langsung memberikan obat-obatan yang diperlukan berdasarkan data rekam medis yang tersimpan didalam KTP tanpa memerlukan resep dokter.

  1. Macau dan Hong Kong

Negara bagian dari Republik Rakyat China (RRC) ini memiliki KTP yang berbeda. Hal ini dkarenakan dua daerah tersebut memiliki sistem otonomi pemerintahannya sendiri yang disebut Special Administration Regions (SAR). China menerapkan KTP negaranya dengan dilengkapi chip nirkontak standar ISO 14443 yang menyimpan biodata dan pas photo pemilik. Pemberlakuan sistem KTP dengan chip ini mulai tahun 2004 yang dirancang mudah dan murah, aman, dan tahan lama.[]

 

Sumber: HarianBernas.com

Related posts

Amplop

transindonesia.co

Menkominfo: Teknologi Tak Akan Menghilangkan Tenaga Pekerja

transindonesia.co

Ada Kepanikan pada Detik-Detik Akhir Lion Air JT610

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.