Indonesia Berdakwah

Pesta Narkoba di Hotel, 25 Orang Diamankan Polisi

Petugas saat melakukan razia narkoba ditempat hiburan.(dok)

TRANSINDONESIA.CO, PEKANBARU – Razia cipta kondisi (Cipkon) yang dilakukan Kepolisian Resor Kota Pekanbaru untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan serta menjamin rasa aman bagi masyarakat telah mengamankan 25 orang dari Hotel Holiday.

“Dari hasil pantauan sebanyak 17 laki-laki dan delapan perempuan diamankan dari Hotel Holiday. Saat ini mereka sedang dilakukan pemeriksaan urine di ruang Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru,” kata Wakapolres Pekanbaru, AKBP Edi Sumardi di Pekanbaru, Sabtu 3 Juni 2017 dinihari.

Pada razia tengah malam itu dua lokasi jadi sasaran, yakni Hotel Holiday di Jalan Tanjung Datuk dan Cafe di Jalan Mustika. Razia itu juga dimaksudkan untuk memberantas penyakit masyarakat, narkoba, dan tindakan kriminal lainnya.

Petugas saat melakukan razia narkoba ditempat hiburan.(dok)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi Priadinata and diikuti oleh 30 personil gabungan Satuan Lalu Lintas, Sabhara, Reserse Kriminal, Narkoba, Intel dan Bina Masyarakat.

Dari Hotel Holiday petugas sebelumnya melakukan pengecekan terhadap muda-mudi yang sebagian besar tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk. Mereka berikut sepeda motornya dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut.

Salah seorang tokoh masyarakat yang juga ketua Rukun Tetangga setempat Raja Hasyim pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa yang diangkut polisi itu adalah yang membuat resah masyarakat sekitar Tanjung Datuk. Dia mengaku para muda-mudi tersebut bukanlah warganya.

“Kami sendiri tidak tahu darimana asalnya dan menurut kami mereka ada yang terlibat Narkoba, Curanmor bahkan perampokan,” ungkap Ketua RT 01 RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Limapuluh Pekanbaru ini.

Sementara untuk Cafe di Jl. Mustika petugas menemukan adanya “live music” yang dapat mengganggu kekhusukan warga dalam melaksanakan ibadah karena letaknya berdekatan dengan Mesjid.

Setelah diberi imbauan oleh Wakapolresta Pekanbaru selanjutnya dengan penuh kesadaran pemilik cafe berjanji tidak akan menghidupkan lagi live musiknya selama bulan Ramadhan.

Wakapolres mengimbau agar pengelola Cafe menghargai masyarakat yang melaksanakan ibadah dengan tidak menghidupkan “live music”.[ANT/FUL]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.