Indonesia Berdakwah

Pecah Tiga, Senior PPP Serukan Rekonsiliasi

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO –  Potensi konflik di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin melebar. Bahkan, sudah terjadi tiga gerbong yakni gerbong Romahurmuziy, Djan Faridz dan Bachtiar Chamsyah.

Jika konflik tidak segera diredam, maka akan berdampak buruk bagi partai yang berlambang kabah tersebut. Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Persatuan pembangunan (PPP) Nizar Dahlan memprediksi PPP akan hilang dari peredaran jika tidak melakukan pembenahan dan rekonsiliasi sejak dini.

Makanya, dalam menghadapi Pilkada 2018 dan pemilu serentak 2019 semua unsur harus menyatuh membangun partai islam di indonesia. Mulai saat ini, Nizar menyeruhkan kepada seluruh pengurus untuk melakukan rekonsiliasi untuk membangun partai.

Ilustrasi

Tanpa rekonsiliasi yang menyeluruh, Nizar pesimistis jika PPP akan bisa melewati berbagai cobaan dan tantangan di pilkada serentak dan pemilu 2019.

“Untuk menyelesaikan permasalahan PPP ini harus dilakukan rekonsiliasi yang cantik, tentu ada jalan keluar yang elegan. Saya yakin,” ujar Nizar Dahlan kepada wartawan, kemarin.

Keyakinan itu bisa terwujud apabila semua pihak mengedepankan kepentingan umat dan demi PPP tetap eksis, tetapi jika masih mengedepankan kepentingan pribadi. “Sampai kapanpun tidak akan terjadi proses rekonsiliasi.”

Saat ini, dikatakan dia, ada beberapa pihak yang menjadi partai sebagai mainan sehingga hanya mementingkan kepentingan pribadi. “Partai jangan dijadikan mainan, tetapi harus jadi alat pemersatu, untuk umat bukan kepentingan pribadi,” katanya.[TEL/HDY]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.