Minat Baca Pelajar Di Karo Minim

TRANSINDONESIA.CO – Minat membaca bagi para pelajar sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga sampai saat ini masih minim, disebabkan ketidak perdulian Pemkab. Karo dalam menunjang sarana prasaran perpustakaan tepatnya di jalan Veteran Kabanjahe.

Terlihat dari bentuk bangunan perpustakaan memiliki gaya model jaman penjajah, dan kini disulap menjadi tempat mata jendela dunia. Ditambah lagi dengan minimnya fasilitas prasana di dalam gedung tersebut. Seperti keterbatasan buku yang akan dibaca para pelajar, dan komputer guna merangsang minat para murid untuk bisa melihat dunia lebih luas.

“Kita akui kalau minat para pelajar di Kabupaten Karo ini masih minim. Disebabkan faktor fasilitas kita yang kurang memadai. Seperti keterbatasan buku, dan komputer. Menjadi faktor utama para pelajar engan bermain ke mari,” ungkap Kepala Bidang Kearsipan dan Perpustakaan Karo, Saroha Ginting Spd MM kepada wartawan Rabu 1 Maret 2017.

28 dari 35 Kabupaten Kota selaku Kepala Kearsipan dan Perpustakaan saat berkunjung ke perpustakaan Kab. Karo.[BES]
Dikatakannya, karena keterbatasan anggaran perpustakaan yang dikelola membuat ruang gerak memajukan guna dicintai para pelajar harus jalan ditempat. Meski begitu kita tetap akan maksanakan dengan membuka mata jendela dunia ke desa-desa. Dengan bergilir, minimal per Kecamatan dapat merasakan perpustakaan desa sekitar dua bulan.

Sementara itu 28 dari 35 tingkat Kabupaten Kota yang memiliki geduang Kearsipan dan Perpustakaan berpusat di Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Karo. Dengan dipimpin Kepala Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Masrofi dan Forum Komunikasi Kepala Kearsipan dan  Perpustakan (FKPA) Jawa Tengah Edi Winarno.

“Kunjungan kerja ini dalam rangka memenuhi rakor, sinkronisasi program arsip, dan perputakaan Provinsi Jawa Tengah ke Sumut. Dalam kunjungan tersebut kita melakukannya di kantor Medan. Mengingat wilayah Sumut menjadi inovasi kegiataan, disebabkan pernah menjeuarai lomba dogeng tingkat nasional, serta lomba tingkat lokal, dan nasional,” ungkap FKPA, Edi Winarno.

Dimana nantinya hasil kunjungan kita akan kita bawa menuju program 2018 nanti. Guna terjalin program dari dinas terkait, dan bisa memajukan program – program yang ada. Apa lagi kepala perpustakaan sekitar 80 persen baru dilantik setiap Kabupaten Kota.[BES]

Share
Leave a comment