Indonesia Berdakwah

WNA Malaysia Seludupkan Sabu Tewas Ditembak BNN

Narkotika jenis sabu.[Ist]

TRANSINDONESIA.CO – Seorang warga negara asing (WNA) Malaysia tewas ditembak Badan Narkotika Nasional (BNN) di perairan Teluk Jakarta.

WNA Malaysia SBK alias Alim terpaksa ditembak lantaran melawan ketika disergap petugas di Pelabuhan Ikan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dari dalam kapal KM Dzaki Pratama tersebut petugas berhasil menyita 13 bungkus sabu seberat 13, 595,2 gram. Selain itu juga diamankan 2 pelaku penerima barang, yaitu MA, 52, (Nahkoda), dan IS, 31. Tiga lainnya anak buah kapal (ABK), Es, 42, S, 50 dan AP, 28.

“Saat kami tangkap, SBK sempat melawan sehingga terpaksa kami lumpuhkan, tapi dalam perjalanan ke rumah sakit ia tewas. Dua rekannya, MA dan Ia berhasil kami amankan, mereka merupakan kurir kepanjangtanganan SBK,” Kapal BNN, Komjen Budi Waseso, Jumat 3 Pebuari 2017.

Narkotika jenis sabu.[Ist]
Narkotika jenis sabu.[Ist]
Dikatakan SBK selama ini berperan sebagai pengendali lapangan. Dan jalur yang mereka gunakan selama ini adalah laut, melintasi pelabuhan-pelabuhan tikus yang jauh dari pengawasan petugas.

Penangkapan jaringan narkoba asal Malaysia itu dari informasi didapat petugas BNN akan ada pengiriman narkoba yang dikendalikan jaringan sindikat narkotika, Chin Yoon Dah alias Achin alias Acai (Malaysia).

Selanjutnya pada tanggal 2 Februari 2017, sekitar pukul:11.00 WIB langsung menyergap Kapal Dzaki Pratama di perairan Teluk Jakarta dan menyita 13 bungkusan warna coklat berisi Shabu berikut mengamankan 5 orang.

Selanjutnya petugas langsung melakukan penyamaran dengan berpura-pura sebagai kurir mengirim shabu tersebut di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Di lokasi petugas berhasil menciduk SBK yang akan menerima Shabu tersebut.

Saat penyergapan itu SBK sempat melawan dan berusaha kabur dari perugas. Petugas yang sigap langsung melumpuhkan SBK di lokasi. Ia kemudian dievakuasi petugas ke RS Polri Kramajati. Namun dalam perjalanan menghembuskan nafas terakhirnya.

“Lima orang yang kami amankan masih kami lakukan pemeriksaan di BNN,” ucap Budi Waseso.[PK/ISH/BEN]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.