Bunda Eva Ningsih: Peran Ortu Bangun Potensi Anak

TRANSINDONESIA.CO – Tes IQ dan hasil ujian menjadi alat andalan untuk menentukan kesuksesan sang anak. Padahal ketika lahir anak-anak kita dibekali beberapa kecedasan yang unik dan insting alami untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Sehingga kita akan melihat aktivitas anak yang berbeda dalam merespon lingkungannya”, demikian ucap Bunda Eva Ningsih S.Psi dalam Seminar Parenting dan silaturahmi  dengan keluarga besar lembaga anak kita, yang menghadirkan  artis ibukota  bintang sinetron Mr.Ocke di Hotel Grand Kerinci, Riau.

Seminar peran orangtua membangun potensi anak.[SBR]
Seminar peran orangtua membangun potensi anak.[SBR]
Sebelumnya Bunda Eva berbicara dalam suatu penelitian yang dilakukan seorang ahli psikologi , ternyata ditemukan pada otak terdapat beberapa titik yang setelah diteliti ternyata titik – titik ini berhubungan langsung dengan profesi yang dijalani manusia. Ada Logic Math Smart (mathematics, computer), Word Smart (Alphabet & reading activity), Body smart (arts, physical & motoric education), Nature smart (nature, science, sand & water play), Music smart (music & action), Self & people smart (character building, dramatic play, social education).

Titik – titik ini akan berkembang maupun mengalami degradasi bergantung kepada aktivitas yang dilakukan oleh orang tersebut.

Dan ternyata Titik – titik kecerdasan ini berhubungan langsung dengan sensor motorik, sehingga untuk mengetahui potensi anak kita tidak perlu lagi membedah otaknya, cukup memperhatikan aktivitasnya. Tidak selalu anak yang terlihat tidak aktif adalah anak yg tidak cerdas & tidak berbakat, bisa jadi anak kita sedang mengaktifkan potensi kecerdasan observasi & analisa atau sebaliknya, anak yang aktif bukan berarti anak yang nakal dan sulit di atur.

Mereka “hanya” sedang menjalankan titik titik kecerdasan anugrah dari Allah SWT. Jadi semua anak terlahir cerdas, dalam bidang yang berbeda. Jika ditemukan akan menjadikan anak tersebut dapat menjadi “orang besar” kelak.

Otak adalah organ yang lebih tumbuh dan berkembang. Titik titik kecerdasan yang Allah berikan tadi merupakan titik potensial bakat/kecerdasan anak pada otak mereka. Kecerdasan yang dibuat dengan kerja keras membentuk titik rekayasa, ciri cirinya : sukses tapi tidak bahagia. Misal ada anak yang cerdas di music tapi di”paksa diarahkan menjadi seorang dokter, akan ada titik titik rekayasa di otaknya selain titik potensial bakat yang sudah tercipta di otaknya ( brain big bang theory). Ciri-ciri anak berkembang adalah mereka aktif. Otak aktif menembakkan listrik, jika tidak aktif akan membuatnya berenti menembak.

Ternyata, ketika anak aktif ( yang menurut kita “nakal” atau “sulit di atur”, misal sedang membongkar mainan, melempar lempar mainan, atau aktivitas aktif lainnya, tembakan listrik di otaknya sedang ramai, namun ketika kita berteriak “askar ! cukup, hentikan buang mainannya !”, maka berefek si anak akan diam, tidak aktif lagi dan penembakanpun berenti. Padahal otak anak yang bagus adalah yang ramai dan banyak serabutnya, seperti rumput yang tumbuh subur. Anak yang kurang aktif, serabut otaknya seperti rumput yang meranggas.

Selain itu, pembicara Rina Maya S.Psi menyampaikan tentang anak adalah unik hingga kelak ketika ia menjelma menjadi orangtua.

Karena anak-anak adalah unik maka memerlukan pendekatan yang berbeda terhadap anak yang tidak sama. Dan, karena sesama orangtua juga berbeda dalam cara mendampingi putra-puttrinya, maka pembahasan mengenai parenting tidak pernah ada habisnya. Belum lagi perkembangan zaman yang serba cepat dan berbeda akan membawa suatu konsekuensi terhadap gaya hidup anak dan orangtua yang juga berbeda. Semua ini menambah keyakinan kita bersama bahwa tidak cukup berbekal pengetahuan yang lama untuk menghadapi tantangan zaman yang sudah berbeda.

Semoga kepedulian para orangtua dalam mendampingi putra-putrinya akan melahirkan generasi baru yang lebih maju, berkarakter dan berbakat serta sehat dan bermanfaat.[SBR]

Share
Leave a comment