Duka Paris, Pesta Lisabon

Christiano Ronaldo dan anngota timnya menangis bahagia atas kemenangan Portugal di final Piala Eropa 2016.[Gty]

TRANSINDOENSIA.CO – Pendukung tim Prancis di final Piala Eropa 2016 terbenam dalam kekecewaan setelah tim mereka kalah dari Portugal pada Minggu (10/07) atau Senin dini hari waktu Indonesia.

Sekitar 90.000 pendukung tim Prancis yang berkumpul di kaki Menara Eiffel terdiam saat pemain Portugal Antonia Eder berhasil mencetak gol pertama dan satu-satunya di final Piala Eropa 2016.

Gol tersebut menghancurkan harapan Prancis yang sekaligus menjadi tuan rumah turnamen sepak bola empat tahunan ini.

Christiano Ronaldo dan anngota timnya menangis bahagia atas kemenangan Portugal di final Piala Eropa 2016.[Gty]
Christiano Ronaldo dan anngota timnya menangis bahagia atas kemenangan Portugal di final Piala Eropa 2016.[Gty]
Banyak pendukung menggunakan seragam biru Perancis dan melingkarkan bendera Prancis di bahu mereka, terduduk dan diam dalam keheningan ketika tim mereka kalah.

“Dengan semua yang terjadi, serangan-serangan, protes, krisis ekonomi, kami layak untuk sesuatu yang membuat kami merasa lebih baik,” kata Lazaro de Santana.

“Orang Perancis kecewa mereka tidak menang, khususnya karena mereka yang menyelenggarakan acara ini,” kata Salhi Abdesslem.

Namun Paris memiliki populasi orang-orang Portugis yang cukup besar, yang kemudian merayakan kemenangan tim mereka dengan membunyikan klakson mobil.

Maria Martins berucap, “Saya sangat bahagia setelah sering kali kami kalah. Namun saya masih cinta Prancis.”

Prancis terus menang dalam 10 pertandingan terakhir mereka dengan Portugal sejak kalah 2-0 dalam sebuah pertandingan persahabatan pada tahun 1975.

Sementara itu di Lisabon, Portugal, sekumpulan besar orang menari di jalanan, bernyanyi dan melambaikan bendera, merayakan kemenangan tim nasional mereka.

Sebelum memenangkan laga, Portugal kehilangan bintang mereka, Cristiano Ronaldo, yang mengalami cedera. Penyerang Real Madrid itu menangis ketika terpaksa harus diganti akibat cidera lutut. Tetapi Ronaldo menangis kembali saat mengangkat trofi Piala Eropa.

Dia mendedikasikan kemenangan tersebut kepada semua orang di Portugal dan kepada semua imigran yang mendukung tim Portugal di Perancis. Ini kali pertama Portugal memenangkan gelar besar seperti Piala Eropa.[Bbc/Fen]

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co