BNN Amankan 2,17 Ton Ganja

Badan Narkotika Nasional

TRANSINDONESIA.CO – Ganja kering seberat 2,17 ton diamankan dari sebuah truk yang melintas di Jalan Raya Sukabumi, Kecamatan Cireughas, Kabupaten Sukabumi, Kamis (19/2/2016) malam. Barang bukti tersebut diamankan ke Kantor BNN Cianjur.

Ganja kering dalam kemasan karung tersebut akan dibawa ke BNN Provinsi Jabar di Bandung, Jumat (19/2/2016) siang. Data BNN Cianjur menyebutkan, ganja tersebut terdapat dalam 57 karung yang disimpan di dalam truk colt diesel nomor polisi F 8583 SJ warna merah.

Truk tersebut disergap petugas gabungan di Kampung Pasir Ipis RT 11 RW 03 Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cieunghas, Sukabumi, Kamis (18/2) sekitar pukul 23.30 WIB. Tim Gabungan yang melakukan penyergapan berasal dari BNN Sukabumi, BNN Cianjur, Polsek Sukalarang, dan Polres Sukabumi Kota serta Polres Cianjur.

Barang bukti ganja.(dok)
Barang bukti ganja.(dok)

“Truk pembawa ganja tersebut sebelum masuk Sukabumi sudah diintai dari Cianjur,” ujar Kepala BNN Kabupaten Cianjur Hendrik kepada wartawan di Kantor BNNK Cianjur. Sebab, mobil tersebut sempat melakukan bongkar muat di wilayah Gekbrong, Cianjur pada Kamis malam.

Selanjutnya ujar Hendrik, truk tersebut masuk ke wilayah Sukabumi tepatnya di Cireunghas. Diduga, truk itu akan masuk ke jalan desa menuju wilayah Cianjur. Untuk melakukan penyergapan, petugas melakukan koordinasi dengan BNN Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, dan Polres Cianjur.

Namun, pada saat disergap sopir berhasil melarikan diri. Di dalam truk tersebut kata Hendrik, petugas menemukan sebanyak 57 karung yang berisi ganja kering dalam kemasan paket bata. Barang bukti tersebut akhirnya dibawa ke BNN Cianjur. Dari hasil penimbangan, ganja kering tersebut mencapai 2,17 ton.

Kepala BNN Kabupaten Sukabumi Deni Yusdanial mengatakan, petugas gabungan melakukan penyergapan atas informasi dari BNN Cianjur. Dalam penyergapan sopir atau pembawa truk tersebut sudah melarikan diri. Kini, petugas gabungan tengah melakukan pengejaran kepada para pelaku tersebut.

Menurut Yusdanial, pengungkapan kasus ini bermula dari hasil pengembangan dari penyelidikan BNN Kabupaten Cianjur. Di mana, truk tersebut sudah diikuti dari wilayah Cianjur hingga memasuki Sukabumi.

Kapolsek Sukalarang AKP Budi Setiana mengatakan, truk pengangkut ganja ini berhenti secara tiba-tiba di pinggiran jalan raya di Cirenghas, Sukabumi pada Kamis malam.

“Penyergapan truk hasil koordinasi antara BNN Cianjur dan Sukabumi beserta aparat kepolisian,’’ ucap dia. Namun kata Budi, saat disergap sopir truk sudah tidak berada di dalam kendaraan. Diduga, sopir sudah mengetahui diikuti dari Cianjur.[Ant/Sap]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co