Polisi Setu Gelar Operasi Cipkon Berlalulintas

TRANSINDONESIA.CO – Dua orang anak Punk terjaring operasi cita kondisi (cipkon) Polsek Setu.  Selain dua anak Punk, polisi juga menjaring beberapa kenderaan roda dua dan empat dengan sanksi teguran.

“Operasi cipkon ini digelar setiap hari dengan melakukan pemeriksaan terutama pada mobil box atau truk juga kenderaan pribadi maupun sepeda motor untuk memeriks kelenkapan surat-surat kenderaan,” kata Kanit Lantas Polsek Setu, Ipda Hery Setiawan, yang menggelar cipkon bersama 13 anggota polisi di Jalan MT Haryono yang merupakan perbatasan dengan Cilengsing, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Hery, operasi cipkon yang merupakan atensi Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat sesuai perintah Kapolresta Bekasi, dengan mengedepan pembinaan.

“Kita lebih kedepakan pada pembinaan, misalnya pada pengendera sepeda motor yang tidak mengenakan helm atau tidak membawa kelengkapan surat-surat kenderaan kita beri teguran. Karena sasaran kita untuk mencegah tindak kejahatan seperti pencurian, narkoba maupun bahan kimia berbahaya,” tutur Hery.

Trans Global

Wiranto Pecundang!

IT for ROAD SAFETY EXPO

Kanit Lantas Polsek Setu, Ipda Hery Setiawan, memimpin opersi cipta kondisi (cipkon) berlalulintas di Jalan MT Haryono, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.[Idh]
Kanit Lantas Polsek Setu, Ipda Hery Setiawan, memimpin opersi cipta kondisi (cipkon) berlalulintas di Jalan MT Haryono, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.[Idh]
Lebih lanjut dikatakannya, operasi cipkon ini selain untuk menekan angka kecelakaan lalulintas juga agar masyarakat mematuhi tata tertib berlalulintas.

“Sehingga masyarakat sadar akan keselamatan berlalulintas yang akhirnya dapat menekan angka kecelakaan yang dapat berakibat fatal pada pengendera. Ini juga untuk menekan angka korban lalulintas,” katanya.

Setiap hari kata Hery, operasi cipkon ini digelar diwilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk memenuhi rasa aman dan nyaman para pengguna jalan raya saat berkenderaan.

“Seperti dua anak Punk yang sempat diamankan itu diberi pembinaan agar memiliki kelengkapan saat berkenderaan, mereka kita bina agar tidak kembali mengulangi kesalahan,” katanya.[Idh]

Share