TRANSBISNIS

Palak Memalak di Pelayanan Publik

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Palak memalak dalam pelayanan publik sudah menjadi pemandangan biasa dan menjadi sesuatu yang dimaklumi. Anehnya, tidak percaya ketika tidak dipalak ataupun memalak.

Ketidak percayaan dilayani dengan baik membuat sistem backing atau mencari orang-orang yang bisa menjadi penolong agar bisa dilayani dengan baik.

Memberi uang pelicin menjadi sesuatu kewajiban dan kalau tidak memberi sepertinya tidak akan mendapat pelayanan dengan baik.

Sistem-sistem manual masih memungkinkan ketemunya person to person, maka sistem pengawasan dan pengendalian akan sulit dilaksanaka.

Cara-cara memalak bervariasi, ada yang secara langsung dan ada dengan memberitahukan nilai dengan gambaran yang harus dibayarkan. Tatkala ditanyakan atau diperiksa ia akan mudah berkelit karena tidak meminta hanya memberi gambaran saja.

Ilustrasi
Ilustrasi

Sebagai contoh bisa dilihat dari percakapan berikut ini:

Si A: Mas kasusmu ini kalau diteruskan akan susah dan biaya mahal, (penawaran ini membuat petunjuk bawa di sana mahal dan menggiring untuk memilih selesai disini yang murah).

Si B: Tolonglah pak, supaya bisa diselesaikan di sini.

Si A: Bagaimana saya mau membantu kalau kamu tidak terbuka (maknanya kamu punya duit berapa).

Si B: Saya ada dana sekian bagaimana pak?

Si A: Ini namanya mau di bantu malah menyusahkan (maknanya minta tambah).

Si B: Kalau dananya sekian bagaimana?

Si A: Ya berdoalah dan buatlah surat penrnyataan (maknanya kejam dan biadab, sudah di palak di suruh membuat peryataan dan berdoa lagi).

Keanehan-anaehan perilaku dalam palak memalak pelayanan publik bagai belut dalam lumpur, sulit dihilangkan jika masih dengan cara-cara manual, konvensional dan didukung oleh political will.

Pelayanan prima yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel informatif dan mudah diakses akan terwujud dalam system-sistem online dan diawaki orang-orang berintegritas dan berkarakter yang dibangun dalam birokrasi rasional.(CDL-18012016)

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

Related posts

Mulai Desember, Jepang Bebaskan Visa WNI

transindonesia.co

Dakwah Ustaz Arifin Ilham Tembus 512 Kabupaten/Kota

transindonesia.co

Kenali 6 Karakter Pembohong di Dunia Kerja

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.