Indonesia Berdakwah

IDI Sebut Hitungan BPJS Tak Penuhi Standar Kesehatan

BPJS

TRANSINDONESIA.CO – Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih mengatakan perhitungan tarif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih belum cukup untuk memenuhi standar kualitas pelayanan, tenaga kesehatan, alat kesehatan dan obat-obatan.

“Bila pemerintah menginginkan pelayanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lebih berkualitas, maka tarif BPJS Kesehatan harus dihitung ulang dengan lebih baik,” kata Daeng M Faqih di Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Menurut Daeng pemerintah masih setengah-setengah dalam menyelenggarakan JKN. Seharusnya pemerintah bertindak jujur bila memang anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk menyelenggarakan JKN yang berkualitas.

“Memberikan jaminan, tetapi tidak mencukupi. Itu berarti masih setengah-setengah. Bila pemerintah belum bisa mencukupi, seharusnya jujur saja supaya kami yang di lapangan bisa membantu mencari solusi,” tuturnya.

Ilustrasi
Ilustrasi

Karena pemerintah tidak jujur dalam mencukupi biaya JKN, Daeng mengatakan penyelenggaraan layanan kesehatan menjadi di bawah standar. Hal itu mendorong protes dari para pasien ya g menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Namun, pasien tidak protes ke kantor BPJS Kesehatan. Mereka protes ke kami, dokter, perawat dan rumah sakit. Itu yang memberatkan kalangan tenaga kesehatan dan rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Daeng, permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan JKN bukanlah pasien miskin yang tidak dilayani, melainkan tidak terlayani dengan baik. Penyebabnya adalah dana yang tidak cukup sehingga terpaksa dicukup-cukupkan.

“Kami sering berdebat dengan petugas BPJS yang ada di rumah sakit. Mereka tidak memperboleh suatu tindakan tertentu karena tidak ditanggung BPJS. Padahal, standar pelayanan kesehatan seharusnya melakukan tindakan tersebut,” ujarnya.

Daeng menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Kaleidoskop Kesehatan 2015 “Jaminan Kesehatan Nasional dan Rokok” yang diadakan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Jakarta.

Selain Daeng, pembicara lainnya adalah Kepala Penelitian dan Pengembangan BPJS Kesehatan Togar Sialagan, Kepala PKEKK Prof Hasbullah Thabrany, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia dr Kuntjoro dan pakar kesehatan masyarakat UI Prof Budi Hidayat.(Ant/Lin)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.