TransIndonesia
TRANSBALI

Bali Kehilangan Pendekar Pencak Silat

I Gede Arya Penida
I Gede Arya Penida

TRANSINDONESIA.CO – Bali kehilangan seorang tokoh pencak silat yang telah mencetak pesilat-pesilat andalan Indonesia di berbagai ajang kejuaraan internasional, I Gede Arya Penida, SH MBA (73), yang wafat, di Denpasar, Bali.

“Saya merasa kehilangan tokoh silat yang selama ini menjadi panutan,” kata I Nyoman Yamadiputra, salah seorang anak asuh almarhum yang mampu menunjukkan prestasi sebagai salah satu pesilat juara dunia asal Bali, di Denpasar, Minggu (25/10/2015).

Gede Arya Penida menghembuskan nafas terakhir pada Senin, 19 Oktober 2015. Di kalangan persilatan Bali, almarhum lebih akrab disapa dengan panggilan Pak Arya.

Sejak usia remaja ia menekuni beladiri silat di Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri. Arya meninggal karena sakit. Upacara Ngaben (kremasi) akan digelar di Sesetan, Denpasar Selatan pada Sabtu, 31 Oktober 2015.

Yamadiputra yang memimpin Perisai Diri Bali menuturkan, bahwa hingga akhir hayatnya, Arya Penida tetap aktif terlibat membina perkembangan pencak silat, bahkan ketika harus duduk di kursi roda karena menderita sakit, ia tetap menghadiri berbagai kejuaraan pencak silat di Bali.

Beberapa pesilat andal yang mampu mengharumkan nama Bali dan Indonesia di dunia internasional adalah hasil dari gemblengan Arya Penida.

Mereka menjadi juara di arena PON, SEA Games, hingga Kejuaraan Dunia Pencak Silat. Para pesilat itu antara lain Ni Made Arya Dwi Damayanti, I Nyoman Yamadiputra, Tuti Trisnayanti, Ni Komang Suparniti, Ni Komang Ayu Aryanti, I Wayan Sudarmawan, I Gede Arya Heru Wibawa, dan sejumlah pesilat lainnya.

Selain mendidik para remaja Indonesia, Arya Penida juga menjadi pionir tokoh pencak silat Indonesia yang mendidik orang asing untuk belajar silat dan kemudian mencintai budaya beladiri Indonesia itu di negaranya.

Almarhum memulai memberi pelajaran silat kepada orang asing pada tahun 1989. Para pesilat asing itu berasal dari negara Australia, Belanda, Jepang, Inggris, dan Amerika. Arya mendidik mereka di rumahnya yang luas di Sesetan.

Beberapa nama pesilat asing itu seperti Cameron Daly, Jason Olderoy, AJ Aitkin, Brendan Martin, dan beberapa pesilat lainnya. Dalam melatih silat, Arya Penida mampu menyesuaikan diri dengan jiwa muda para muridnya.

Ia sering membawa murid-muridnya ke pantai untuk berlatih di sana. Ia juga selalu menanamkan rasa percaya diri dan rasa kekeluargaan kepada murid-muridnya yang ia sebut sebagai adik-adiknya sendiri. Oleh karena itulah rasa kekeluargaan di Perisai Diri tetap lestari, demikian Yamadiputra mengenang jasa almarhum.(Ant/Oki)

Related posts

Perlukah Promosi Wisata Gunung Agung?

transindonesia.co

Lennon Jebol Gawang Bekas Klubnya

transindonesia.co

Ekspor Patung Batu Bali Naik 41,91 Persen

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.