TRANSGLOBAL

In Memoriam Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo

Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah.(dok)
Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah.(dok)

TRANSINDONESIA.CO – Sebagai wartawan yang bertugas di Polri, saya kenal betul Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo sekitar 20 tahun silam (1996) saat beliau menjabat Kapolres Bekasi, Jawa Barat.

Awal perkenaan saya bermula saat saya sebagai koordinator wartawan di Polres Bekasi, untuk itu saya berusaha memperkenalkan diri. Tapi kesan pertama yang saya peroleh, beliau seorang yang kaku, dingin dan sepertinya kurang bersahabat.

Memang beliau murah senyum, tapi sepertinya hal ini belum dapat menghilangkan imej negatif yang sudah terekam di benak saya.

Apalagi baru sekitar dua minggu menjabat, beliau berangkat ke Amerika Serikat. Ternyata, sikapnya yang sepertinya kurang bersahabat itu dipengaruhi dengan persiapannya untuk meraih gelar PhD.

Menurut sesprinya, sebelum berangkat dia terus belajar menyiapkan tesisnya itu bahkan sampai menjelang pagi.

Memang sekembalinya dari luar negeri sikapnya langsung berubah total. Ia bahkan sering mengajak saya dan beberapa rekan wartawan untuk makan bareng.

Suasana kekeluargaan ini terus berlangsung sampai beliau dipromosikan ke NCB Mabes Polri dengan pangkat Kolonel (kini Komisaris Besar).

Sebagai seorang perwira Polri, Alex Bram, memang sosok polisi yang cerdas dan cukup menonjol di angkatannya Akpol 1977.

Namun hal ini tidak membuatnya sombong, angkuh atau tinggi hati. Ia tetap bersikap egaliter dan mudah bergaul dengan siapa saja termasuk wong cilik.

Hal ini dibuktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, nomor HP pribadinya siap menerima siapa pun yang menghubunginya saat Alex menjabat Kapolda Jawa Tengah.

Ia bahkan sering menampung keluhan warga yang tidak puas dengan pelayanan anggotanya.

Biasanya keluhan-keluhan itu langsung dikonfirmasikan kepada anakbuahnya yang menangani masalah tersebut.

Selain itu, beliau perwira yang langsung turun ke lapangan untuk menggali aspirasi dari anakbuah di bawah.

Salah satu contoh, saat menjabat Kapolda Jateng ia setiap minggu punya program ke Polsek-Polsek di seluruh wilayah hukum yang dipimpinnya.

“Sebagai pimpinan saya ingin tahu apa saja kendala yang dihadapi anggota-anggota terutama di wilayah terpencil,” cerita Alex Bram ketika iyu.

Dia mengaku, pernah menitikkan airmata karena terharu karena ada seorang anggotanya berpangkat Bintara di salah satu Polsek terpencil mengaku sejak berdinas 30 tahun sampai mau pensiun baru kali ini ada seorang Kapolda yang datang berkunjung ke Polsek tersaebut.

“Ia memeluk saya sambil menangis,” kata Alex Bram pada penulis.

Seringnya beliau turun ke lapangan telah memberikan suatu keberhasilan yang tidak terduga sebelumnya.

Saat menjabat Kapolwiltabes Bandung, Jawa Barat, ia bersama ajudannya berhasil menangkap langsung salah satu gembong teroris pengebom gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Prestasi ini yang membuatnya dipromosi sebagai Brigadir Jenderal dengan jabatan Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri.

Cerita almarhum beberapa tahun silam, penanganan kasus yang paling menonjol yang berhasil dibongkarnya terkait penipuan berkedok asuransi yang dilakukan WNI keturunan India.

Peristiwa yang juga melibatkan oknum polisi ini terjadi di Yogyakarta dan Ambon.

Kasus ini berskala internasional namun dapat diungkap Alex Bram yang saat itu berpangkat Mayor (Kompol).

Di mata penulis Alex Bram seorang sahabat dan teman diskusi yang baik, karena beliau tidak segan-segan mengemukakan ide-ide yang brilian termasuk filosofi hidup dalam masyarakat yang beragam suku, budaya dan agama.

Kepergiannya memang mengejutkan, terutama di kalangan perwira tinggi Polri dan bekas anak buahnya.

Penulis bahkan masih sempat bicara di telpon dengannya pada pukul 10.00 pagi, dan malamnya mendapat khabar beliau sudah berpulang.

Selamat Jalan Sahabat……(Nico Karundeng)

Related posts

Di Inggris, Buang Sampah Sembarang Didenda Rp3 juta

transindonesia.co

Kisah Cinta Yang-Yan : 3 Tahun Rawat Kekasih Lumpuh, Kandas Diputuskan Ortu

transindonesia.co

Putra Kedua Ibas-Aliya Diberinama “Sakti”

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.