Indonesia Berdakwah

Potensi Kerugian Rp 6 T Bila TDL Rumah Tangga Tak Naik

Ilustrasi
Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Pada awal bulan ini PT PLN (Persero) menaikan tarif listrik nonsubisidi untuk beberapa golongan. Namun, untuk PLN tidak menaikan tarif listrik golongan rumah tangga 1.300 volt ampere (va) dan 2.200 va, padahal kedua golongan ini termasuk dalam golongan tarif listrik yang tidak disubsidi.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, pihaknya sengaja tidak menaikan tarif listrik untuk kedua golongan tersebut guna menjaga perekonomian masyarakat. Untuk menjaga kenaikan tersebut, Sofyan mengakui ada nominal tambahan biaya yang harus ditanggung PLN.

“Kedua golongan itu tidak kami naikan. Itu memang ada konsekuensi biaya (potensi kerugian) yang bertambah sekitar hampir Rp6 triliun di tahun ini,” tutur Sofyan saat dihubungi Okezone, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Kendati demikian, Sofyan juga mengakui PLN juga berhasil melakukan efisiensi dari BBM di Sumatera utara dan Bali. Jika efisien tersebut dapat terus dilakukan, hingga akhir tahun nanti diperkirakan PLN akan menghemat hingga triliunan Rupiah.

“Efisiensinya lumayan, di Medan bisa sampai Rp6 triliun-Rp7 triliun per tahun, di Denpasar bisa Rp5 triliun. Kalau semua tertata dengan baik, maka dampak dari tanggungan biaya untuk tahan tarif itu bisa dicover,” pungkasnya.(okz/met)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.