Indonesia Berdakwah

Penangkapan Novel, Polri Takut Kadaluwarsa

Novel Bawesdan>(ist)
Novel Bawesdan>(ist)

TRANSINDONESIA.CO – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Badrodin Haiti, menjelaskan alasan Polisi memproses hukum kasus yang disangkakan kepada Novel Baswedan.

Menurut Kapolri, kasus itu terjadi pada tahun 2004 dan akan mencapai usia 12 tahun pada 2016. Dengan demikian, kasus ini akan kedaluwarsa dan tak dapat diusut pada tahun 2016. Artinya korban maupun keluarga tak dapat menuntut.

“Kasus ini tahun depan sudah kedaluwarsa. Artinya, hak untuk menuntut tidak ada lagi. Bisa jadi pelapor atau korban menuntut Polri karena ruang mendapatkan keadilan sudah tidak ada,” tutur Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Badrodin berjanji segera menyelesaikan kasus Novel Baswedan, yang kini menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasalnya, penyidik Kejaksaan mengembalikan berkas Novel kepada Polri karena belum lengkap.

“Ada dua petunjuk. Pertama, minta tambahan keterangan. Kedua, rekonstruksi yang dilakukan oleh yang bersangkutan, bukan pengganti,” paparnya.

Dia menambahkan, selama ini Novel manggkir dari panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan.

“Karena waktunya mendesak, maka dilakukan upaya penangkapan. Guna dimintakan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum). Tidak mungkin berkas ini kita tidak lengkapi. JPU akan nagih ke Polri, mana berkasnya.”(vv/nic)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.