Indonesia Berdakwah

Presiden SBY Akan Pidato di Akmil West Point

Presiden SBY dan Ibu Ani serta Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva dan Nyonya Maria Cavaco Silva di Istana Kepresidenan Palacio de Belem, Lisabon, Portugal, Jumat (19/9/2014).(pri)
Presiden SBY dan Ibu Ani serta Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva dan Nyonya Maria Cavaco Silva di Istana Kepresidenan Palacio de Belem, Lisabon, Portugal, Jumat (19/9/2014).(pri)

TRANSINDONESIA.CO –  Setelah kemarin mematangkan persiapan untuk acara di Sidang ke-69 Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Senin (22/9/2014), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan kadet atau taruna Akademi Militer (The United States Military Academy) di West Point, Orange County, di barat Sungai Hudson, sekitar 35 km di utara New York, Amerika Serikat. Hari ini merupakan hari ketiga Presiden SBY dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono beserta delegasi berada di New York.

Menurut jadwal, Presiden SBY akan disambut langsung oleh Komandan Akmil West Point Letnan Jenderal Robert L. Caslen, pukul 10.45 waktu setempat atau 21.45 WIB. Sebelum menyampaikan pidato, SBY diagendakan santap siang bersama para taruna, sekaligus menjadi menjadi Guest of Honour.

Didirikan sejak Maret 1802, Akmil West Point menjadi kebanggaan rakyat Amerika. Tercatat beberapa pemimpin negeri Paman Sam lulusan tempat pendidikan itu, yakni Presiden Ulysses S. Grant dan Dwight D. Eisenhower. Tidak ketinggalan, beberapa kepala negara lain merupakan jebolan institusi elit ini.

Kelebihan institusi ini adalah lantaran dalam kurikulum pendidikan militernya menggabungkan berbagai disiplin ilmu. Semua itu wajib dikuasai oleh para taruna. Modernisasi itu berlangsung setelah Perang Saudara di AS berakhir sampai saat ini. Pendidikan prajurit di West Point setara sarjana strata satu. Jika seorang teruna memiliki kemampuan akademis yang baik, ia akan mengikuti pendidikan tingkat lanjut secara gratis.

Standar disiplin tinggi dipadukan pelajaran moral dan etika prajurit menjadi nilai lebih yang menjadi ciri West Point. Fisik, otak, dan mental tiap taruna ditempa habis-habisan. Bahkan mereka juga tidak malu belajar dari pengalaman bangsa lain. Buku Dasar-Dasar Perang Gerilya karangan Jenderal Abdul Haris Nasution menjadi salah satu buku wajib di akademi itu.

Dari West Point, malam nanti, Presiden SBY dan delegasi resmi dijadwalkan menghadiri jamuan santap malam oleh CEO Unilever di Alexandria Center for Life Science, New York.(pri/sis)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.