Indonesia Berdakwah

Perlu Ditingkatkan Perlindungan Perempuang dan Anak

kantor kpai

TRANSINDONESIA.CO – Anggota DPRD Provinsi Banten Siti Erna Nuryahati menyatakan perlindungan terhadap perempuan dan anak perlu terus ditingkatkan.

“Selama ini pemerintah memang sudah berupaya melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak, tapi kekerasan masih kerap terjadi,” katanya usai mengikuti peringatan Hari Anak Nasional di Pandeglang, Banten, Selasa.

Menurut dia, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak memang sulit untuk ditiadakan, tapi paling tidak perlu terus ditingkatkan upaya penanggulangan agar tindakan tersebut bisa diminimalisasi.

Politisi dari Partai Golkar itu menyatakan selama ini cukup banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di antaranya dengan dibentuknya Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Pemerintah juga telah membentuk Pusat Pelayanaan Terpadu Pemberdayaaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), yang tidak hanya di pusat tapi juga di daerah,” katanya.

Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan dan anak, bukan hanya merupakan tindak pidan tapi pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).

“Kekerasan terhadap peremuan dan anak tidak hanya melanggar norma hukum, tapi juga syariat agama serta tidak dapat dibenarkan dalam peradaban sosial budaya manusia,” katanya.

Kekerasan terhadap perempuan adalah tindakan atau perbuatan yang dapat mencederai orang baik fisik, psikis atau seksual dan penelantaran.

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyatakan Pemkab Pandeglang berkimitmen untuk melindungi perempuan dan anak dari segala tindak kekerasan.

“Salah satu bentuk nyata kami dalam melindungi anak dan perempuan dengan membentuk Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB),” ujarnya.(ant/her)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.