Mahasiswa Jepang Belajar UMKM di Bali

Industri kerajianan masyarkat berupa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).(ist)
Industri kerajianan masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) banyak diminati mahasiswa dari Jepang.(ist)

TRANSINDONESIA.CO – Sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Osaka dan Kyoto, Jepang belajar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Gianyar, Bali.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kabupaten Gianyar, I Ketut Suweta menerima kedatangan mahasiswa tersebut yang dipimpin Prof Azuma, Minggu (7/9/2014).

Kedatangan mahasiswa dari Negeri Sakura itu difasilitasi dosen Fisipol UGM Dr.AG. Subarsono MA.

Subarsono pada kesempatan itu memberikan presentasi tentang “Politics & Business Under Decentralization, A Case Of Study In Gianyar” yang sebelumnya telah melakukan penelitian tentang UMKM selama tiga bulan.

Prof Azuma menjelaskan pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar, karena bersedia menerima mahasiswa untuk belajar UMKM.

Bali termasuk Gianyar sudah sedemikian terkenal di Jepang, selain pariwisata juga pengembangan industri kerajinannya yang banyak diminati wisatawan Jepang.

“Kami juga akan melihat langsung sentra-sentra industri kerajinan di Gianyar,” kata Prof Azuma.

Sementara itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kabupaten Gianyar, I Ketut Suweta mengaku sangat bangga, karena mendapat kehormatan menjadi pusat studi pembelajaran oleh mahasiswa Jepang, tengang UMKM.

Industri kerajinan skala rumah tangga di Gianyar dan Bali pada umumnya menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat selain pertanian dan pariwisata.

Berdasarkan data Dinas Koperasi Gianyar jumlah UKM mencapai sekitar 75.000 UKM, itu termasuk dibidang hasil olahan pertanian, industri kerajinan penunjang pariwisata, jasa dan lain-lainnya.(ant/oki)

Share