TRANSBISNIS

Bukit Asam Bakal Ubah Batu Bara Jadi Minyak

batu bara bukit asam

TRANSINDONESIA.CO – PT Bukit Asam Tbk (Persero)/PTBA sedang melakukan penjajakan dengan perusahaan asal Victoria, Australia Selatan  yaitu Ignite Energy Resources Limited untuk mengembangkan teknologi pengubah batu bara menjadi minyak. Keputusan PTBA masuk sebagai pemegang saham atau partner perusahaan tambang Australia itu ditentukan pada Agustus-September 2014.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Milawarma mengatakan, melalui teknologi tersebut selain batu bara diubah menjadi minyak, juga bisa diubah menjadi bahan injeksi  proses pembuatan baja (Continuous Process Improvement / CPI).

“Jadi Victoria ini kami ditawari kerja sama, mengembangkan teknologi batu bara jadi minyak, dan PCI untuk injection di industri baja, dia pengembang teknologi mengolah batu bara jadi minyak dan PCI,” kata Mila, usai menghadiri acara BUMN Marketers Club, di Kantornya, Jakarta, Senin (19/5/2014).

Menurut Mila, perusahaan tersebut menawarkan PT Bukit Asam Tbk untuk mengembangkan teknologi pengubah batu bara menjadi minyak, dan sudah mendapat restu pemerintah Victoria. Pasalnya, perusahaan plat merah produsen batu bara tersebut dinilai memiliki keunggulan dalam memproduksi batu bara.

“Ini atas persetujuan pemerintah Victorianya, PTBA lead di bidang batu baranya mereka lead mengolah batubara jadi minyak, ini masih due diligent apakah masuk pengolahannya, di teknologinya, tapi mereka open,” tutur Mila.

Mila menambahkan, untuk tiga ton batu bara memiliki potensi dapat menghasilkan satu barel minyak dan 0,6 ton PCI. Jika penjajakan tersebut berhasil nantinya teknologi tersebut akan diboyong ke Indonesia guna memperkuat ketahanan energi.

“Mereka berhasil melakukan demo plan, menghasilkan minyak dari batu bara, tiga ton batu bara menjadi satu barel minyak 0,6 ton PCI, biayanya cukup murah,” tutur Mila.

Selain mengembangkan teknologi, PTBA juga ditawarkan mengelola tambang batu bara milik perusahaan tersebut, dengan potensi cadangan mencapai 16 miliar ton.

“Dia punya properti aset batu bara wilayah batu bara dengan cadangan 16 miliar ton kami diundang mengembangkan teknologinya dan batubaranya. Kami lagi proses dan harapkan Agustus-September diputuskan sebagai pemegang saham atau sebagai partner,” pungkasnya.

Sebelumnya pernah dikabarkan PTBA tengah menjajaki akuisisi tambang batu bara yang terletak di Australia milik Ignite Energy Resources Ltd. Tambang itu memiliki cadangan batu bara hampir 16,4 miliar ton.

Aksi akuisisi ini merupakan kelanjutan dari kerja sama (MoU) pengembangan teknologi Cat-HTR antara perseroan dengan IER Australia. Teknologi ini bisa mengola batu bara kalori rendah menjadi minyak mentah sintetis dan batu bara kualitas tinggi.

Minyak mentah sintetis yang dihasilkan selanjutnya  bisa diproses sehingga menghasilkan bensin, kerosin. Sedangkan batu bara kalori tinggi dapat langsung digunakan untuk industri baja dan pembangkit listrik.(LP6/MET)

 

Related posts

Pilpres 9 Juli, BI dan BEI Tak Beroperasi

transindonesia.co

Harga Minyak Turun, Pemerintah Diminta Transparan Keuntungan

transindonesia.co

“JHT” Tinggal Nama

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.