Kredit UMKM di Sumut Meningkat

Kredit UMKM di Sumut Meningkat Usaha kecil dan menengah merupakan tombak UMKM.(dok)

 

 

TRANSINDONESIA.CO, Medan – Ditengah terjadinya tren penurunan kredit secara keseluruhan, pangsa kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus meningkat atau sudah 25,96 persen dari periode sama tahun lalu yang masih sebesar 24,21 persen.

“Pangsa terbesar penyaluran kredit sektor UMKM terdapat pada sektor Usaha Mikro dan Kecil yaitu sebesar 54,99 persen,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX (Sumatera Utara-Aceh) Difi A Johansyah, kepada wartawan, Selasa (15/4/2014).

Dijelaskannya, peningkatan pangsa kredit UMKM itu merupakan perwujudan kesungguhan perbankan dalam menjalankan amanah yang digariskan Bank lndonesia untuk mengucurkan kredit UMKM minimal 20 persen dari kredit produktif secara bertahap sejak tahun 2013 hingga 2018. Kewajiban tersebut tertuang pada Peraturan Bank Indonesia (PBl) Nomor 14122/P8112012.

Namun begitupun, lanjut Difi, Kantor Perwakilan BI Wilayah IX Sumut dan Aceh menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan untuk segmen UMKM  di Sumut tahun 2014 hanya berkisar 17%. Hal ini sejalan dengan target penyaluran kredit secara keseluruhan yang juga dipatok 17%.

“Memang untuk sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit untuk segmen UMKM hanya tumbuh 14,91% atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan penyaluran pada 2012 yakni 18%. Begitupun, dengan adanya perkiraan ekonomi masih melambat, maka untuk UMKM juga dibatasi tidak boleh 17%,” katanya.

Karena perlambatan ekonomi, tambahnya, membuat banyak perbankan di Sumut yang acuh terhadap UMKM karena risiko kredit yang cukup tinggi. Apalagi ditambah, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ang mencapai 7,5%.

“Tapi kita yakin UMKM merupakan sektor dengan pangsa pasar yang sangat besar dan menguntungkan bagi perbankan secara jangka panjang,” imbuhnya.

Berdasarkan data BI Sumut dan Aceh, sepanjang tahun lalu, penyaluran kredit untuk segmen usaha mikro mencapai Rp7,16 triliun. Sementara untuk segmen usaha kecil mengalami pertumbuhan 17,45% atau mencapai Rp14,47 triliun dari tahun 2012 yang mencapai Rp12,32 triliun.

Sedangkan untuk usaha menengah, pertumbuhan year on year (yoy) sebesar 8,2% menjadi Rp18,07 triliun dari tahun 2012 senilai Rp16,7 triliun. Total penyaluran kredit UMKM di Sumut tahun lalu mencapai Rp39,7 triliun atau naik 14,91% dibandingkan dengan 2012 yang mencapai Rp34,55 triliun.

Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Edie Rizliyanto menargetkan pertumbuhan moderat 20% untuk kredit UMKM.

“Kami tidak akan terlalu agresif, karena ingin menekan laju kredit secara keseluruhan sesuai dengan instruksi BI sebesar 15% hingga 17%. Selain itu, kami juga ingin menekan LDR di bawah 100%,” tuturnya.(don/surya)

Share