Indonesia Berdakwah

Gejolak Aceh, Polri Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

granat di acehGegana Polda Aceh mencari serpihan bahan peledak pada lantai dua bangunan pasca penggranatan Kantor Partai Aceh, di kawasan loeng Bata, Banda Aceh, Selasa (11/3/2014) malam.(ant)

 

 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Peristiwa kekerasan di Aceh terkait dengan pemilu kembali terjadi. Setelah caleg Partai Nasional Aceh bernama Faisal (40) tewas diberondong orang tak dikenal pada Minggu (2/3/2014) malam, kali ini kantor Partai Aceh yang digranat orang tak dikenal.

Peristiwa itu terjadi pada kantor yang terletak di Kecamatan Lhueng Bata, Banda Aceh sekitar pukul 20.15 WIB Selasa (11/3/2014).

Ledakan granat oleh orang tak dikenal tersebut mengenai pintu depan kantor mengakibatkan pintu depan rusak dan kaca ruang tamu hancur.

“Tak ada kerugian jiwa dan material. Ini jadi perhatian kami untuk mengungkap termasuk peristiwa (kekerasan) lainnya. Saksi saat kejadian sangat minim. Sudah olah TKP dan masih diteliti. Kami minta masyarakat jaga kondusivitas dan tidak terprovokasi karena kejadian begini juga menimpa partai lain,” kata Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto di Mabes Polri, Rabu (12/3/2014).

Namun, masih kata Agus, kendati eskalasi di Aceh jelang pemilu memanas, markas besar korps baju coklat tidak serta merta menambah pasukan pengamanan.

“Untuk penambahan pasukan diserahkan Kapolda setempat. Sampai sekarang Mabes belum menerima permintaan pergeseran pasukan ke sana, tapi anggota kami sudah ready untuk back up untuk diberangkatkan sewaktu-waktu,” tambahnya.

Dengan begini ini adalah kejadian ke lima yang menonjol di Aceh setelah Posko Nasdem ditembaki beberapa saat sebelumnya.

Kapolri Jenderal Sutarman sempat mengatakan jika kendati kejadian-kejadian ini tidak saling terkait, namun peristiwa itu diduga bermotif persaingan politik.

Situasi keamanan di Aceh memang memiliki trend memanas jika jelang pemilu.

Hal yang yang sama juga terjadi pada Maret 2012 saat bumi Serambi Mekkah itu menggelar Pilkada Aceh.

Jelang Pilkada saat itu–yang diselenggarakan untuk memilih gubernur, 13 bupati dan empat walikota– sempat terjadi sejumlah penembakan yang mengakibatkan sembilan orang tewas.

Akhirnya tim antiteror Densus 88 Mabes Polri dan Polda Aceh berhasil mengungkap kasus ini dimana pelakunya ternyata adalah jaringan Dugok cs. Ada di antara mereka yang merupakan eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM).(bs/dan)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.