Tak Mau Diintervensi, HMI Tak Ingin Jadi Boneka Politik

HMI

HMI tak ingin diintervensi
 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) tidak ingin ada intervensi terhadap organisasi itu, terutama dari kepentingan-kepentingan politik.

Upaya intervensi itu sudah terlihat ketika Korps Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mencampuri urusan internal PB HMI, yang saat ini sedang mengalami konflik akibat dualisme kepengurusan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Politik PB HMI Rudy Gani melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Rudy menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh salah seorang simpatisan KAHMI berinisial VYM, yang juga salah satu fungsionaris partai politik.

Menurut Rudy, apa yang disampaikan oleh VYM melalui salah satu media online di Jakarta beberapa waktu lalu merupakan bentuk intervensi politik terhadap HMI. Pernyataan itu sarat bermuatan politis dan kepentingan pihak-pihak tertentu.

Dikatakan, hal itu mengakibatkan citra HMI di masyarakat tidak lagi menjadi organisasi mahasiswa yang bersifat independen. Masyarakat akan menilai ada pihak luar HMI yang ingin mengambil peranan terlalu jauh terhadap organisasi itu.

“Pernyataan VYM sangat tendensius. Saya menduga, VYM sedang mengambil simpati kader-kader HMI untuk mendongkrak elektabilitas partainya, terutama untuk menarik suara dari keluarga HMI,” ujarnya.

Menurut Rudy, keterlibatan VYM bukan baru pertama kali mencampuri urusan internal HMI. Ketika Kongres HMI dilanjutkan di Malang, dia pun mengintervensi dengan menyerukan adanya pelarangan mengikuti kongres lanjutan di Malang. Seruan tersebut tentu saja melanggar independensi HMI.

“Untuk itu, saya meminta kepada oknum KAHMI, baik yang di pusat dan daerah untuk tidak terlalu jauh mengintervensi dinamika yang terjadi di tubuh HMI, termasuk hingga ke tingkatan pengurus besar,” ujar Rudy.

Dia menegaskan, independensi HMI sebagai organisasi pengkaderan kaum muda merupakan harga mati yang tidak bisa diganggu oleh siapa pun.

Penghormatan terhadap anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) harus dijunjung tinggi, termasuk bagi alumni yang simpati pada perjuangan HMI.

“Pernyataan VYM menunjukkan kalau PB HMI ingin dijadikan boneka dan mainan para politisi yang berlatar belakang alumni HMI. Karena itu, pernyataan itu mesti dibaca sebagai tanda jika HMI sedang berada di dalam krisis independensi yang sangat akut,” tegasnya.(sp/yan)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co