Tahun Ini, Aceh Targetkan 130.000 Ha Lahan Kedelai

Petani Kedelai

 

TRANSINDONESIA.co, Banda Aceh : Pemerintah Provinsi Aceh pada tahun 2014 ini akan membangun 30.000 hektare (ha) lahan kedelai. Target itu termasuk dalam visi misi Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan juga untuk mendukung program pemerintah tingkat nasional dalam rangka swasembada kedelai.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hurtikultura Aceh, Razali Adami, kepada Media Indonesia, disela-sela pertemuan dengan kelompok tani di wilayah pantai timur Aceh, pada Kamis (6/2/2014).

Dikatakan, pengembangan 130.000 ha lahan kedelai ini lebih besar dari tahun 2013 lalu, yakni hanya sekitar 60.000 ha.

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sedikitnya ada 10 lokasi yang sudah tersedia lahan milik petani untuk tanaman.  Di antaranya adalah di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Aceh Tamiang dan Kabupaten Pidie Jaya.

Adapun varietas benih kedelai yang cocok di Aceh adalah jenis kipas merah dan anjasmoro. Dan sekarang sedang dikembangkan lagi jenis kedelai hitam yang biasanya dijadikan bahaan baku kecap.

Saat ini, kata Razali, pihaknya sedang melakukan tinjauan lapangan, mengunjungi petani dan melakukan pertemuan dengan pemerintaah di berbagai kabupaten/kota guna menjelaskan teknis atau pola tanam.

“Mudah mudahan awal akhir bulan Februari  sudah mulai mananam. Jadi sekarang sedang dilakukan persiapan supaya petaani lebih siap” kata mantan Kepala Bapeda Kabupaten Pidie Jaya itu.

Dikatakan, sekitar tahun 1990-an. Aceh pernah surplus kedelai paling besar di tingkat nasional. Sehingga saat itu mampu memenuhi kebutuhan lokal dan pasar nasional.

Sekarang upaya  ke arah itu mulai dibangun kembali berkaitan dengan program swasembada kedelai nasional. Apalagi tingkat kesuburan tanah di kawasaan provinsi paling barat Indonesia tersebut sangat sesuai untuk tanaman kedelai.

“Upaya kita, kebutuahn kedelai nasional tidak harus diimpor dari luar negeri. Untuk menutupi kebutuhan dalam negeri itu Aceh salah satunya pendongkrak gerakan menanam kedelai nasional” jelas Razali Adami.(mtv/jal)

 

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co