Indonesia Berdakwah

Polisi Objektif Meriksa Terduga Istri Pensiunan Jenderal yang Siksa Belasan PRT

istri jenderal sekap PRTBrigjen Pol (Purn) MS bantah istrinya siksa PRT.(ant)

 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Besok Senin (24/2/2014), istri Brigadir Jendral Polisi (Purn) Mangisi Sitompul (MS) diduga menyekap 16 pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di kediamannya di Bogor, Jawa Barat, akan menjalani pemeriksaan di Polres Bogor.

Polisi memastikan, pemeriksaan tersebut terhadap istri sang jenderal pensiunan itu akan dilakukan secara objektif tanpa intervensi.

“Sementara ini kita fokus pada nyonya MS. Yang jelas kita lakukan penyidikan ini tidak berpihak, tidak ada diskriminasi, profesional, dan proporsional,” ucap Kadiv Humas Polri Ronny Sompie di Parkir Selatan Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2014).

Ronny menuturkan, hasil penyidikan nanti tergantung pada alat bukti yang diperoleh. Namun dia menjamin, pemeriksaan dan penyidikan kasus ini akan dilakukan secara profesional tanpa memandang pangkat MS sebagai purnawirawan brigjen.

“Kita tidak lihat siapa dia, tetapi ada pernyataan pidana atau tidak. Artinya beban pembuktian dan pertanggungjawaban harus relevan. Tidak bisa diada-adakan dan tidak bisa dihapus-hapus, biar proporsional.”

Sebanyak 18 saksi dalam kasus ini. Polisi menyebut status sang istri jenderal sudah tersangka. Karena itu, istri sang jenderal pun bakal segera diperiksa. “Akan segera memeriksa tersangka nyonya MS,” ucap Sompie.

Bantah

Sebagiamna diwartakan, sang jenderal MS telah memberi bantah ada penyekapan apalagi penyiksaan di rumahnya.

Menurutnya, istrinya tidak pernah menyekap 16 pembantu. Para pembantu itu diberi kebebasan saat bertugas di rumah.

“Di rumah saya tidak terjadi penyekapan, para pekerja itu di rumah dalam keadaan bebas,” kata Mangisi saat menggelar jumpa pers di Bogor, Jawa Barat, Sabtu 22 Februari 2014 kemarin.(lp6/dan)

 

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.