Indonesia Berdakwah

Pers Mengarah ke Ekuilibrium yang Lebih Ideal

Hari Pers Nasional

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Kebebasan dan erkembangan pers sangat membahagiakan, sebab konsolidasi demokrasi harus terus dilaksanakan dan peran pers sangatlah besar dalam periode konsolidasi demokrasi seperti sekarang ini.

“Kebebasan pers juga terus semakin mengarah ke ekuilibrium yang lebih ideal. Pers juga terus belajar untuk meraih keberhasilan memanfaatkan momentum reformasi satu setengah dasawarsa yang lalu untuk membangun kehidupan pers yang kuat dan maju,” kata Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari di Jakarta, Minggu (9/2/2014).

Dikatakannya, pers adalah pilar ke-4 demokrasi.

“Demokrasi akan kuat manakala pers kuat. Pers yang kuat adalah pers yang didukung oleh nilai-nilai idealisme, tidak berpihak kecuali pada kebenaran,” ujar Ketua DPP Partai Golkar ini.

Pekerja pers profesional dilatih dengan baik, mendapat peralatan memadai dan digaji cukup. Dalam konteks ini, lanjutnya, sangat ironis jika masih ada pekerja pers yang digaji rendah.

Pada bagian lain, dia mengatakan, pers kini menghadapi problem independensi dan objektifitas dalam politik pemberitaan.

“Terlebih lagi sekarang ini kita menyaksikan kenyataan masuknya para penguasa media ke dalam politik praktis. Memang hal itu tidak otomatis sebagai telah terjadinya integrasi antara pers dan politik. Sebab, para jurnalis yang memiliki idealisme tidak akan mudah begitu saja mengikuti agenda-agenda politik para pemilik media,” ujarnya.

Dia menambahkan, pers harus memiliki nurani yang harus bisa dipertanggungjawabkan secara moral kepada rakyat dan Tuhan. Apalagi dalam mengangkat atau melambungkan nama seorang tokoh sehingga menjadi tokoh nasional.

“Namun bisa sebaliknya, yaitu menjatuhkan dan menjerembabkan tokoh politik yang tidak dikehendaki,” tandasnya.(sp/bs/har)

 

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.