Indonesia Berdakwah

Peredaran Uang Palsu Meningkat, Waspadai Uang Palsu Beredar Melalui Mesin ATM?

Ilustrasi

Peredaran uang palsu di ATM?Ilustrasi.(istimewa)

 

 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Bank Indonesia (BI) telah banyak menerima laporan yang mengaku telah menerima uang palsu usai menarik dana dari mesin ATM. Masyarakat kini harus makin meningkatkan kewaspadannya ketika menerima uang kertas dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Kewaspadaan masyarakat ini memang bisa dimaklumi, karena sepanjang tahun 2012-2013 Bank Indonesia dan Bareskrim Polri mencatat peredaran uang palsu di 2012 beredar 38 persen dan meningkat di tahun 2013 menjadi 58 persen

Peningkatan perkara peredaran uang palsu juga dibarengi dengan mulai beragamnya modus para pelaku dalam mengedarkan uang palsu.

“Memang ada yang mengatakan demikian, tapi kapan, siapa dan bagaimana, jadi tidak katanya, rumor-rumor saja saya sering dengar, memang katanya ditemukan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Lambok Antonius Siahaan di Gedung Bank Indonesia, Kamis (20/2/2014).

Lambok mengimbau masyarakat yang kedapatan menemukan uang palsu melalui mesin ATM agar segera melaporkannya ke kantor wilayah BI atau kantor Kepolsian terdekat.

“Jadi kami mohon informasi yang jelas, jadi kami akan segera hubungi bank terkait, datangnya ke BI atau Kepolisian, kalau datang ke BI pun tentu kita akan bantu penyelesaiannya,” terang Lambok.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Arief Sulistyanto juga mengajak masyarakat agar langsung melapor ke kepolisian yang akan langsung memeriksa lokasi ATM dan melakukan tindak penyidikan.

“Dari situlah akan ada pemeriksaan, siapa yang mengisikan, kan biasanya pakai outsourcing, apakah kebocoran saat di bank atau saat pengantaran,” tegas Arief.

Hasil temuan aparat kepolisian selama ini menemukan penyebaran uang palsu melalui ATM seringkali didukung dengan teknologi mesin printer. Hasil temuan barang bukti uang palsu mencatat teknologi yang dipakai para pelaku semakin canggih.

“Modusnya, seiring berkembangan teknologi printer cetak. Tahun 2013 yang banyak kami tangkap banyak menggunakan printer berwarna, jadi ini menjadi kewaspadaan BI juga,” katanya.(lp6/met)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.