Negara Tetangga ‘Ribut’ Itu Biasa

polemik indonesia asutralia
 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin mengatakan, polemik ‘ribut’ dengan negara tetangga merupakan hal biasa. Seperti, polemik Australia-Indonesia terus berlanjut terkait beberapa masalah seperti soal pengungsi yang didorong untuk masuk ke Indonesia.

Dorongan agar Indonesia memprotes tindakan Australia termasuk dengan pemulangan dubes RI di negeri itu juga muncul, oleh Tubagus Hasanuddin, sebaiknya tindakan untuk memulangkan dubes Indonesia dipikir dengan dalam.

“Kalau kita kembalikan ke sana (pemulangan dubes), bisa saja. Cuma manfaatnya apa? Ini perlu kajian mendalam sebelum dipulangkan,” kata Hasanuddin di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Sebab, pada dasarnya, hubungan negara bertetangga yang naik turun adalah hal biasa. Bahkan kerap hubungan itu bertensi tinggi.

Dan apabila dikaitkan dengan Australia, permasalahan sebenarnya berada di karakter kepemimpinan PM Australia Tony Abbott yang cukup menggelikan.

“Misalnya dulu ada masalah soal penyadapan. Seharusnya ketika masalah mencuat, dia menjawab bahwa itu akan diselesaikan secara internal. Tapi dia malah bilang negara mereka butuh penyadapan,” jelas Hasanuddin.

Atau contoh lainnya adalah terkait masalah imigran gelap, yang sebenarnya bisa dijawab dengan santun, semisal pemerintahan PM Abbott akan belajar dari Indonesia soal penanganan imigran dari Vietnam di Pulau Galang.

“Dan ternyata itu bisa selesai baik. Tapi ini kan Australia sekarang memakai cara arogan dan melanggar aturan internasional. Masalahnya di rejimnya,” kata Hasanuddin.(bs/fer)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co