Maduro Tantang Obama ‘Gelar Dialog Tingkat Tinggi’

Nicolas MaduroPresiden Venezuela, Nicolas Maduro.

 

 

TRANSINDONESIA.co, Caracas : Tantang Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk  ‘dialog tingkat tinggi’ antara kedua pemerintah dan berencana menunjuk duta besar untuk Washington.

Pengumuman tiba-tiba ini mengejutkan banyak pihak karena hambarnya hubungan antara Washington dan Caracas di bawah kepemimpinan pendahulu Maduro, mendiang Hugo Chavez, dan hubungan itu semakin memburuk sejak kepergian Chavez pada Maret 2013.

“Saya meminta dialog dengan Anda, Presiden Obama…antara pihak patriotik dan revolusioner Venezuela dan AS serta pemerintahannya. Terimalah tantangan ini dan kita akan mulai melakukan dialog tingkat tinggi dan berbicara kebenaran,” kata Maduro kepada para reporter asing, Jumat (21/2/2014) waktu setempat.

Maduro mengatakan, dia memandatkan ‘kekuasaan khusus’ kepada Menteri Luar Negeri Venezuela Elias Jaua untuk mengatur dialog bilateral dan mengembalikan hubungan tingkat dubes untuk pertama kalinya selama lebih dari tiga tahun belakangan.

Dia mengutus diplomat senior Roy Chaderton, utusan Venezuela saat ini di Organisasi AS, untuk menjadi dubes di Washington.

Venezuela dan AS tidak memiliki dubes di negara masing-masing sejak akhir 2010, dan Caracas telah mengusir delapan diplomat AS dalam satu tahun terakhir, termasuk kejadian pemulangan diplomat tiga minggu lalu.

“Apa yang kami inginkan adalah kedamaian dengan AS, menghormati, kerjasama,” kata Maduro yang juga meminta Obama menunjukkan seorang juru runding untuk melakukan dialog.

“Kami mencintai orang Amerika, kami mengagumi budaya mereka, musik mereka.”

Namun, Maduro juga berbicara soal perbedaan kedua negara tersebut, yang makin melebar sejak adanya gelombang protes oposisi yang terjadi mulai awal Februari. Setidaknya delapan orang tewas dalam bentrokan itu.

Maduro, yang pemerintahannya mengklaim bahwa pemimpin oposisi dibayar Washington, menuduh AS merencanakan penggulingan dirinya.

“Badan-badan pemerintahan AS memberikan lampu hijau untuk menggulingkan pemerintah yang saya pimpin,” kata Maduro, sambil menyerukan kepada Obama untuk menunjukkan bahwa dia bisa menginisiasi perubahan kebijakan, paling tidak di Amerika Latin dan Karibia.

Maduro mengatakan dirinya akan menunjuk Jaua untuk berbicara dengan AS, serta meminta Obama menunjuk Menteri Luar Negeri John Kerry atau siapa saja.

“Presiden Barack Obama, sekarang waktunya bagi elite penguasa AS merasakan hal yang sama saat berbicara secara langsung, dengan posisi yang setara, dengan pergerakan revolusioner di Amerika Latin,” ujarnya.

Walaupun hubungan politik memanas, AS merupakan pengguna minyak terbesar dari Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Hingga kini belum ada respons dari AS atas seruan Maduro ini.(afp/fen)

 

 

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co