Indonesia Berdakwah

MA Kabulkan PK, dr Ayu cs Hirup Udara Bebas

dokter demo

 

 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Kasus dr Dewa Ayu Sasiary Prawani dan cs sempat menuai pro kontra, para sejawat dan seprofesi menyebut dr Ayu dikriminalisasi menggalang  aksi solidaritas dengan menggelar demo dihampir seluruh negeri ini.

Kini, Ayu dan cs yang selama ini mendekam di penjara, dapat menghirup udara bebas kembali seiring dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung (MA).

“Perkara PK atas nama terpidana Dr Ayu dkk dikabulkan,” tulis Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur.

Saat dikonfimasi ke pihak Dokter Ayu cs lewat Kuasa Hukum dr. Hendry Simanjuntak, Sabas Sinaga SH, MH mengatakan, sampai saat ini masih menunggu kepastian.

“Berita bebasnya mereka ini sudah bocor yah. Namun sampai saat ini kami masih menunggu pemberitahuan resmi dari MA terkait bebasnya mereka. Kami akan berani mengatakan mereka bebas kalau surat pemberitahuan resmi sudah kami terima,” katanya, Jumat (7/2/2014).

Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr Nurdadi Saleh, SpOG menyatakan hal yang sama.

“Kalau belum ada hitam di atas putih atau pemberitahuan resmi kami belum berani mengatakan ini. Tapi saya beryukur gembira sekali,” katanya.

Iwan berharap kabar ini benar, “Mudah-mudahan memang benar mereka bebas. Mereka kan memang seharusnya tidak bersalah seperti diketahui mereka kan memang sudah dinyatakan terbukti tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Manado lewat surat Nomor 90/PID.B/2011/ PN.MDO tanggal 22 September 2011,” katanya.

Seperti diketahui proses penangkapan dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, dr Hendry Simanjuntak, dr Hendy Siagian tidak sekaligus. Awalnya, tim Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejari Manado menangkap dr Dewa Ayu Sasiary Prawan (38), di tempat praktiknya di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), sekitar pukul 11.04 WITA.

Selang beberapa hari, pada Sabtu 23 November 2013 sekitar pukul 19.00 WIB, dr. Hendry Simanjuntak yang dijemput pihak kejaksaan dan kepolisian di rumah kakeknya di Siborong-Borong, Sumatra Utara.

Kemudian disusul yang terakhir yakni dr Hendy Siagian SpOG ditangkap pada 5 Desember 2013. Akibat perbuatan mereka terhadap Julia Siska Makatey, MA menjatuhi hukuman masing-masing 10 bulan penjara.(lp6/yan)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.