Gakindo Sumut Tahan Ekspor Karet

karet Karet di Sumatera Utara.(ib)

TRANSINDONESIA.co, Medan : Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara meminta, anggotanya tidak menjual karet dengan harga rendah, karena ada dugaan pelemahan harga sekarang karena ada permainan pelaku pasar.

Sekretaris Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan International Rubber Consortium Limited (IRCo) pada 8 Februari 2014 di Singapura untuk mereview harga karet diketahui ada ketidaksesuaian antara pelemahan harga dengan kondisi dilapangan.

“Dari pertemuan itu diketahui ada over suplai padahal kondisi di lapangan saat ini terjadi penurunan produksi karena sedang musim gugur. Jadi seharusnya harga terdongkrak naik, bukannya makin melemah,” katanya di Medan, Selasa (11/2/2014).

Berdasarkan statement dari pertemuan itu, lanjut dia, ada dugaan permainan dari pelaku pasar di bursa. Karenanya, Gapkindo Pusat sudah membuat surat edaran ke seluruh anggota untuk tidak terburu-buru menjual produknya terutama saat harga rendah.

“Eksportir sudah dihimbau untuk tidak menjual karet saat harga rendah. Himbauan itu diikuti produsen karet di Malaysia dan Thailand,” ujarnya.

Tidak hanya dengan dua negara itu, Gapkindo Pusat juga menyurati Vietnam untuk mengikuti Indonesia, Malaysia dan Thailand yang sepakat melaksanakan himbauan tersebut.

“Kesepakatan menahan ekspor ini akan dilakukan hingga harga pada level menguntungkan yakni lebih USD2,5 per kilogram (kg),” jelasnya.

Saat ini harga karet jenis SIR20 di pasar bursa Singapura tercatat USD1,98 per kg. Harga ini masih bertahan rendah sejak akhir tahun lalu dan semakin melemah awal tahun ini. “Dengan harga sekarang, petani yang merugi jadi Gapkindo berupaya mendongkrak harga dengan menahan ekspor. Mudah-mudahan harga bisa terdongkrak hingga level menguntungkan di tingkat petani,” ucapnya.(ib/don)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co