Indonesia Berdakwah

Bisakah Manchester City Melaju Diperebutan Gelar Tim Benua Biru

Manchester City Sejumlah Pemain Manchester City (AFP/Paul Ellis)

 

 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Langit kota Manchester mendadak gelap pasca Manchester City takluk dari Barcelona pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions dengan skor 0-2.

Mimpi City untuk bisa melaju lebih jauh di kompetisi elit benua biru pun nampaknya harus dikubur dalam-dalam. Apalagi di leg kedua mereka mesti menggelar lawatan ke Champ Nou yang tak pernah ramah dengan tamunya. Hanya keajaiban saja kemudian nampakya mampu menyelamatkan anak asuh Pellegrini.

Barca memang memiliki rekor fantastis di rumahnya, seperti dicatat oleh infostrada sejak kalah dari Rubin Kazan 1-2 pada Oktober 2009. Leonel Messi cs tidak lagi terkalahkan di rumahnya alias sudah 21 partai kandang mereka tak kalah. Meski kemudian rekor tersebut patah oleh Munchen pada laga semifinal leg kedua 2013 silam.

Belum lagi ditambah fakta, di kandangnya Barca tercatat sudah dua kali melakukan comeback. Tahun 1999/2000 Barca berhasil menang 5-1 atas wakil Ingris Chelsea setelah sempat kalah 3-1 di kandang Chelsea. Selanjutnya, pada 2013 silam, Barca berhasil menyingkirkan AC Milan di babak 16 besar setelah menang 4-0 di Champ Nou, padahal kala itu Barca takluk 2-0 di Milan. Dengan catatan yang ada, maka sangat mustahil City untuk bisa lolos ke perempat final.

Terlepas mustahil atau tidaknya, peluang masih terbuka mengingat kemungkinan selalu terbuka dalam setiap laga. Apalagi bila melihat laga leg kedua yang akan diselenggarakan di Champ Nou. Faktor Champ Nou ini setidaknya bisa membuat City sedikit-sedikit menggantungkan mimpi.

Faktor Champ Nou

Meski Barca garang di kandang, namun bila ditelisik dalam 3 kali gelaran Liga Champions yang sudah Barca jalani, anak-anak Catalan justru kurang moncer di rumahnya. Bahkan mereka kerap tidak bisa meraih keungtungan di laga-laga menentukan saat bermain di markas sendiri.

Tahun 2013 silam misalnya, Barca takluk dari Munchen 0-3 di leg kedua semifinal, Barcapun tersingkir. Tahun 2012 Barca hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Chelsea pada leg kedua semifinal, Messi cs gagal melaju ke partai puncak karena kalah agregat 3-2. Lalu di 2011, Barca juga gagal menang melawan Madrid pada leg kedua semifinal. Beruntung di leg pertama yang digelar di Barnebau mereka berhasil menang.

Dengan fakta tersebut, maka peluang City untuk tetap lolos belum sepenuhnya habis. Apalagi pada leg kedua nanti, Pellegrini bisa kembali menurunkan Aguero yang pada leg pertama absen karena belum sepenuhnya fit. Ditambah faktor rekor tandang City yang begitu gemilang di Liga Champions.

Rekor Tandang City dan Faktor Sejarah Liga Champions

Selama gelaran Liga Champions musim ini, City memang tampil begitu menawan saat berlaga di kandang lawan. Tercatat dari 3 laga tandang yang telah dijalani di fase grup, City tak sekalipun tersentuh kekalahan. Munchen yang notabene juara bertahan saja berhasil digasak di Alianz Arena. Padahal kala itu, City sudah terlebih dahulu kebobolan 2 gol.

Ditambah faktor Liga Champions yang kerap menyajikan drama dimana ada beberapa klub yang berhasil comeback setelah taklut di kandang sendiri pada leg pertama.

Pertama adalah Ajax di semifinal musim 1995/1996 saat kalah 0-1 dari Panathinaikos di leg pertama, lalu mereka menang 3-0 pada laga tandang dan melaju ke final — kalah dari Juventus lewat drama adu penalti.

Sementara Inter jadi tim kedua yang melakukannya di musim 2010/2011 saat menghadapi Bayern di babak 16 besar. Kalah 0-1 di Giuseppe Meazza, Inter kemudian lolos ke perempatfinal dengan keunggulan agregat gol tandang setelah menang dramatis 3-2 atas Die Roten di leg kedua.

Lalu mampukah Mancester City lolos untuk melaju lebih jauh di ajang perebutan gelar tim benua biru. Semua ditentukan di 90 menit laga leg kedua di Champ Nou.(lp6/met)

 

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.