50 Juta Meter Kubik Lahar Dingin Kelud Mengancam

Lahar dingin Gunung KeludLahar dining Kelud mengancam.(dok)

 

 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Hujan deras pada Selasa (18/2/2013) pukul 15.00 WIB di sekitar Gunung Kelud, menyebabkan banjir lahar dingin di sungai-sungai di daerah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pukul 16.30 WIB banjir lahar dingin di Sungai Konto di Kecamatan Kandangan dan Sungai Serinjing di Kecamatan Puncu, Kepung, dan Pare Kabupaten Malang.

“Lahar dingin membawa material pasir, batu, dan kayu. 5 rumah dan 1 mushola terendam banjir lahar dingin. Tidak ada korban dari banjir lahar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya yang diterima www.transindonesia.co pada Selasa (19/2/2014) dinihari.

Di Kabupaten Malang, banjir lahar dingin terjadi di Sungai Sono dan Sungai Sambong. Akibatnya 1 jembatan kecil putus yang menghubungkan antara Dusun Pait, Kutut, Klangon, Munjung, Sedawon dengan Desa Pandansari. 2 rumah hanyut. Belum ada laporan korban jiwa.

Pasca erupsi Gunung Kelud diperkirakan ada 50 juta meter kubik material lahar yang berada di sekitar Gunung Kelud. Saat ini kondisi material lahar dingin telah jenuh air karena sudah 3 hari terakhir terkena hujan sehingga mudah menjadi banjir lahar dingin

“Tentu saja 50 juta meter kubik tersebut tidak akan terjadi sekaligus. Tergantung dari hujan yang ada,” kata Sutopo.

Banjir lahar dingin memiliki sifat merusak. Banjir lahar juga memicu tingginya erosi di bantaran sungai yang dilalui banjir lahar.

“Tidak aneh seringkali pondasi jembatan pun roboh. Pada kemiringan lereng curam, mengalirnya banjir lahar ke arah dataran kaki gunung berlangsung sangat cepat. Daya kikis atau daya tumbuk arus banjir lahar terhadap tepi sungai akan semakin kuat,” terang Sutopo.

Di sekitar Gunung Kelud telah dibangun sabo sabo dam yang mampu menampung 14,5 juta meter kubik. Sungai-sungai yang ada menampung 14 juta meter kubik, sehingga dam sabo dan sungai mampu menampung 28 juta meter kubik.

“Masyarakat dihimbau selalu waspada. Jauhi bantaran sungai saat banjir lahar dingin,” tuturnya.(sof)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co