SBY: “Black Campaign, No! Negative Campaign, Yes..!”

Presiden SBY
TRANSINDONESIA, Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap insan pers nasional dapat menghindari black campaign atau kampenye hitam. Sebaliknya Kepala Negara menyetujui adanya negative campaign ( kampanye negatif).

“Bapak Presiden meminta hendaknya dihindari black campaign. Kampanye hitam menurut Bapak Presiden adalah menginformasikan sesuatu yang tidak ada, tetapi diadakan oleh pers,” kata Penanggung Jawab Hari Pers Nasional 2014 Margiono usai bertemu Presiden di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Mengutip ucapan Kepala Negara, Margiono mengungkapkan bahwa black campaign cenderung memberitakan secara berulang kali suatu pemberitaan yang belum tentu benar.

Pemberitaannya, lanjut dia, ada yang suatu topik diberitakan berulang kali selama sehari, dua hari, seminggu, dan bahkan berminggu-minggu.

“Black campaign menjadikan sesuatu hal sebagai topik pemberitaan tetapi barangnya tidak ada,” jelas dia.

Menurut Margiono, Presiden cenderung menyarankan pers melancarkan negative campaign.

“Negative campaign, okay kata Presiden. Pers mempunyai kewajiban membuka seluruh keadaan riil. Boleh telanjangi caleg dan capres yang buruk dan baik. Katakan buruk yang buruk, tetapi hal baik katakan baik, tapi bukan black campaign,” kata Margiono didampingi Anggota Dewan Pers Ninok Laksono, Ketua Dewan Penasihan PWI Pusat Tarman Azzam, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ishadi SK, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, dan Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat Sabam Siagian.(bs/fer)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co