Pengungsi Gunung Sinabung Sudah 25.810 Jiwa

sinabung
TRANSINDONESIA, Medan : Pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (13/1/2014), mencapai sebanyak 25.810 orang atau 8.040 kepala keluarga dan mereka ditampung di 38 Posko Kabanjahe.

Koordinator Media Center Penanggulangan Bencana Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan, menyebutkan bahwa jumlah pengungsi akibat fenomena alam tersebut, setiap harinya terus bertambah.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Karo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, dan instansi terkait lainnya agak kesulitan mencari lokasi penampungan.

“Karena tempat penampungan di Kota Kabanjahe cukup padat, dan tidak mungkin para pengungsi yang baru digabungkan di lokasi tersebut,” ucap Jhonson.

Dia menyebutkan, Pemkab Karo saat ini sedang bekerja keras untuk mencari lokasi penampungan yang baru, mengingat jumlah pengungsi akibat letusan gunung berapi itu terus bertambah setiap hari.

Bahkan, jelasnya, saat ini, jumlah lokasi penampungan pengungsi di Kabanjahe tercatat sebanyak 38 Posko, dan diperkirakan akan terus bertambah.

“Ini merupakan tugas Pemkab Karo, BPBD Sumut, dan instansi lainnya untuk mencarikan tempat penampungan pengungsi yang aman,” ucap juru bicara Pemkab Karo.

Ketika ditanya jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung, hari Minggu (12/1/2014), Jhonson mengatakan, tercatat sebanyak 25.605 jiwa atau 7.925 kepala keluarga yang berasal dari 34 desa dan dua dusun di Kabupaten Karo.

Dari 34 desa tersebut beberapa di antaranya, Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Selandi Lama, Desa Kuta Rakyat dan Desa Sigaranggarang di Kecamatan Payung.

Kemudian Desa Berastepu, Sibintun, Gamber dan Kuta Tengah, Kuta Mbelin, Kebayaken, Kuta Tonggal dan Desa Sukanalu di Kecamatan Simpang Empat.

Selanjutnya, warga Desa Tiganderket, Mardinding, Temberun, Pintubesi, Perbaji dan Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Tiganderket.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung dari level “siaga” menjadi “awas” terhitung mulai Minggu, (13/1/2014) sekitar pukul 10.00 WIB.

Status awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 Cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 Km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 Km dari kawah Gunung Sinabung direkomendasikan untuk diungsikan.(ant/ded)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co