NTT Berpeluang Dilanda Siklon Tropis

Tropis

TRANSINDONESIA, Kupang :  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang memperkirakan wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur berpeluang dilanda siklon tropis dalam satu hingga dua hari ke depan, karena adanya tekanan rendah di wilayah barat daya Pulau Timor.

“Nusa Tenggara Timur dalam satu hingga dua hari berpeluang dilanda cuaca buruk, berupa hujan deras dan angin kencang hingga bakal terjadi siklon tropis, sehingga perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan menggunakan kapal laut,” kata Kepala Klimatologi Lasiana Kupang Juli Setyanto di Kupang, Senin (13/1/2014).

Ia mengatakan hal itu terkait cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan kecepatan antara 15-45 km per jam di wilayah NTT bagian timur.

Dia mengatakan secara nasional BMKG mendeteksi kemunculan siklon tropis di sekitar wilayah Nusa Tenggara.

“Siklon tropis ini berpotensi terbentuk secara utuh pada satu hingga dua hari ke depan. Saat ini statusnya masih suspect, alias masih 50 persen berpeluang terjadi siklon,” katanya.

Jika status daerah bertekanan rendah itu naik, siklon akan membesar dan potensi cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah perairan akan semakin tinggi.

Ia menyebut potensi pertumbuhan siklon tropis tropical low dengan tekanan udara minimum 1000 milibar (mb) terbentuk di Laut Arafuru sekitar 10.1 LS 132 BT, pada jarak 498 km sebelah selatan Banda, dan bergerak ke barat daya.

Bibit siklon ini, katanya, memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan ringan hingga sedang di NTT, Maluku, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Papua Barat, dan Papua bagian selatan

Berikut gelombang 2-3 meter di perairan utara Flores, Laut Maluku bagian selatan, perairan timur Halmahera, perairan Fakfak, Kaimana, serta Laut Seram bagian barat

Selanjutnya gelolmbang 3-4 meter di perairan Kepulauan Wakatobi, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timor selatan NTT, perairan utara Halmahera, dan Laut Halmahera.

Sementara itu, tinggi gelombang antara 4-6 meter terjadi di Laut Arafuru, perairan Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Tanimbar, dan perairain Kepulauan Babar.(ant/din)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co