Kronologi Penangkapan Anggoro Widjojo

Anggoro

 

TRANSINDONESIA, Jakarta : Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, menjelaskan KPK sudah pernah mengeluarkan surat perintah penyidikan terhadap Anggoro Widjojo (AW) pada 19 Juni 2009.

Setelah itu, lanjut Bambang, dilakukan pemanggilan pertama pada 26 Juni 2009 dan pemanggilan kedua pada 29 Juni 2009. Namun, AW tak memenuhi panggilan, sehingga pada 17 Juli 2009, AW masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sejak saat itu, KPK terus melakukan pelacakan terhadap AW. Lintasan akhir dari AW diketahui 26 Juli 2008. Dari lintasan itu diketahui, dia dalam perjalanan ke Singapura. Setelah itu ada lintasan lainnya di tengah-tengah dan lintasan terakhir pada 27 Januari 2014,” beber Bambang.

AW ditangkap tanpa perlawanan karena sedang melakukan check point di lintas batas Zhenzhen.

“Waktu itu dia sedang melakukan perjalanan dari Zhenzhen ke Hongkong. Dan Ketika kembali ke Zhenzhen, langsung ditangkap di sana, dan dibawa ke Guang Zhou oleh Kepolisian China,” ujarnya.

Sementara itu, Konsul Atase Imigrasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guang Zhou, China, Jamaruli Manihuruk, menjelaskan, surat dari Dirjen Imigrasi Indonesia baru diterima pada 19 Desember 2013.

“Surat itu dibawa dan diantar langsung ke Minister Public Security (MPS). Dari MPS, surat tersebut diteruskan ke daerah, ke PSB (Public Security Biro) Guang Zhou,” jelasnya.

Saat ditangkap Kepolisian China, lanjut Jamaruli, AW diserahkan kepada PSB dan baru bisa diterima pihak Imigrasi Indonesia.

“Kita tidak punya kewenangan menangkap di sana, yang punya PSB. Di setiap pintu dan keluar masuk China sudah tertera nama dan foto Anggoro. Dengan mudahnya PSB menangkap Anggoro,” ungkapnya.(okz/fer)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co