Indonesia Berdakwah

Kejagung Tetapkan Direktur Operasional PT.MI Sebagi Tersangka Kasus PLTGU Blok 2 Belawan

Korupsi PLN

 

TRANSINDONESIA, Jakarta :  Kejaksaan Agung (Kejagung) tahan Direktur Operasional PT. Mapna Indonesia berinisial MB sebagai tersangka dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan Life Time Extention (LTE) Gas Turbine (GT) 2.1 dan 2.1 Pembangkit Listrik Yenaga Gas Uap (PLTGU) Blok 2 Belawan, Sumatera Utara, tahun 2012.

Sebelumnya, Kejagung telah menjerat lima orang tersangka yakni, CLM (Mantan General Manager KITSBU), SDS (Manager Sektor Labuan Angin), SD (Direktur Produksi PT. Dirgantara Indonesia/Mantan Direktur Utama PT. Nusantara Turbin dan Propolasi), RC (Karyawan Badan Usaha Milik Negara PT. PLN Pembangkit Sumbagut) dan MA (Karyawan Badan Usaha Milik Negara PT. PLN Pembangkit Sumbagut).

“Dalam proses penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan tender pekerjaan tersebut, penyidik Kejagung menemukan dugaan tindak pidana korupsi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Jaksa Utama Muda, Setia Untung Arimuladi,SH,M.Hum kepada wartawan di Gedung Kejagung, Selasa (28/1/2014).

Dugaan korupsi tersebut tebagi dalam, pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, output mesin yang seharusnya 132 MW ternyata hanya 123 MW, pekerjaan Life Time Extention (LTE) Gas Turbine (GT) 2.2 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Blok 2 Belawan tidak dikerjakan.

“Selain itu, terdapat kemahalan harga, kontrak yang diaddendum menjadi Rp554 miliar telah melampaui harga perkiraan sendiri yakni sebesar Rp527 miliar,” beber Setia Untung.

Lebih lanjut dikatakan Setia Untung, setelah dilakukan pengembangan penyidikan, penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup untuk kembali menambah jumlaht ersangka dengan menetapkan MB (Direktur Operasional PT. Mapna Indonesia) sebagai tersangka berdasarkan dengan surat perintah penyidikan nomor 11/F.2/Fd.1/01/2014, tertanggal 27 Januari 2014.

Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari kedepan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI terhitung dari tanggal 27 Januari 2013 sampai dengan 15 Februari 2014 berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-03/F.2/Fd.1/01/2014, tanggal 27 Januari 2014.

“Adapun Kerugian negara untuk sementara diduga sebesar Euro 2.095.395,08 atau sekitar kurang lebih Rp25.019.331.564,” kata Setia Untung.

Selain terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi, penyidik juga menemukan adanya dugaan aliran dana yang mencurigakan dalam rekening pribadi tersangka yang berasal dari proyek pengadaan pekerjaan Life Time Extention (LTE) Gas Turbine (GT) 2.1 dan 2.2 sebesar Rp90 miliar.(amr)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.