IMF Perkirakan Pertumbuhan Global Menguat

IMF

TRANSINDONESIA, Washington : Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pemulihan ekonomi global akan menguat, karena sistem keuangan negara-negara di seluruh dunia cenderung membaik.

IMF sedikit meningkatkan estimasinya untuk pertumbuhan dunia tahun ini menjadi 3,7 persen, setelah memperkirakan tumbuh 3,0 persen pada 2013. Di sisi lain, IMF juga memperingatkan kemungkinan rebound ekonomi dunia masih lemah dan tidak merata.

Ini adalah kali pertama dalam hampir dua tahun belakangan, IMF merevisi perkiraan pertumbuhannya ke arah naik. “Alasan dasar di balik pemulihan kuat adalah bahwa rem ke pemulihan secara progresif sedang mengendur,” kata Kepala Ekonom IMF, Olivier Blanchard, dalam penilaian terbaru ekonomi global IMF, Rabu (22/1).

“Penarikan dari konsolidasi fiskal berkurang. Sistem keuangan secara perlahan-lahan membaik. Ketidakpastian menurun,” katanya. Namun, ia menambahkan, ada perbedaan yang signifikan antara
Amerika Serikat, di mana pertumbuhan terlihat semakin kuat, dan Eropa, di mana pertumbuhan masih lemah dan bahkan lebih lemah di negara-negara lingkar selatan zona euro.

Sebagian besar kenaikan akan datang dari negara-negara maju karena negara-negara berkembang, yang telah menjadi sumber kekuatan selama tahun-tahun krisis 2008-2011, dipaksa melakukan restrukturisasi. Restrukturisasi ini mengatasi arus keluar modal dan berkurangnya daya saing.

Di antara negara-negara maju, IMF melihat pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,8 persen tahun ini, kawasan euro tumbuh pada 1,0 persen, dan Jepang sebesar 1,7 persen. Semakin cepat pertumbuhan di negara maju akan membantu negara-negara lainnya dan merangsang permintaan untuk ekspor mereka.

Beberapa negara-negara berkembang terbesar, IMF memperkirakan Cina akan tumbuh 7,5 persen, India 5,4 persen, Rusia 2,0 persen, dan Brazil 2,3 persen.(ant)

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co