Bulan Januari 2014 ini Sudah 182 Kali Bencana, 137 Tewas dan 1,1 Juta Jiwa Mengungsi

Benacana

 

TRANSINDONESIA, Jakarta : Periode bulan Januari 2014 saja negeri ini dilanda 182 kali kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan puting beliung yang mengakibatkan 137 orang tewas, 1,1 juta jiwa mengungsi dan kerugian material mencapai miliar rupiah.

”Selama periode Januari 2014, data sementara yang dihimpun BNPB, telah terjadi 182 kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Dampaknya 137 orang tewas, 1,1 juta jiwa mengungsi dan menderita,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya yang diterima transindonesia.co di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Menurut Sutopo, selain korban jiwa kerugian material akibat bencana Januari 2014 ini menyebabkan 1.234 rumah rusak berat, 273 rumah rusak sedang, 2.586 rumah rusak sedang.

Untuk kerusakan infrastruktur kata Sutopo yakni, lahan pertanian dan lainnya yang sebagian besar korban tewas akibat longsor seperti di Kudus, Manado, Kota Tomohon, Jombang dan sebagainya, berdampak ekonominya tentu juga besar.

”Data sementara kerugian dan kerusakan akibat bencana banjir bandang di Sulawesi Utara Rp1,87 trilyun, banjir Jakarta dan Pantura akan mencapai puluhan trilyun, dan lainnya,” kata Sutopo.

Trend bencana hidrometeorologi di Indonesia terus meningkat.Faktor antropogenik atau akibat ulah manusia dan degradasi lingkungan lebih dominan dibandingkan faktor alam yang menyebabkan banjir dan longsor.

”Rata-rata kerugian dan kerusakan bencana di Indonesia sekitar Rp30 trilyun. Ini di luar bencana-bencana yang besar. Sementara itu anggaran untuk penanggulangan bencana masih sangat kecil,” tutur Sutopo.

Terlebih lagi lanjut Sutopo, alokasi anggaran untuk BPBD masih sangat kecil dibandingkan dengan APBD.

Sutopo mencontohkan, BPBD DKI Jakarta anggarannya 2014 hanya Rp40 milyar dari APBD DKI Jakarta yang Rp72 trilyun.

Untuk BPBD Pak-Pak Barat, Sumut, alokasinya hanya Rp400 juta dari APBD sekitar Rp700 milyar.

”Rata-rata nasional alokasi BPBD hanya lebih kecil dari 0,1% dari APBD. Tentu ini berpengaruh pada penanggulangan bencana di daerahnya,” urai Sutopo.

Dikatakan Sutopo, axcaman banjir dan longsor akan terus berlanjut hingga Maret 2014 nanti di sebagian besar wilayah Indonesia.

”Ini juga sesuai dengan pola curah hujan di Indonesia yang puncak hujan berlangsung sejak Januari hingga Maret mendatang, kecuali di wilayah Maluku dan Halmahera yang puncaknya pada Juni-Juli. Kondisi demikian akan menambah statistik data bencana di Indonesia,” kata Sutopo.(yan)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co