TRANSSPORTS

Komentar Valentino Rossi soal Aksi Berbahaya Romano Fenati

Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, mengecam aksi berbahaya mantan anak didiknya tersebut. (MotoGP.com)

Sungguh buruk melihat apa yang terjadi karena itu tindakan yang sangat berbahaya. Jadi rasanya sangat lega tak ada yang terluka

Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, mengecam aksi berbahaya mantan anak didiknya tersebut. (MotoGP.com)

TRANSINDONESIA.CO | MISANO – Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, turut mengomentari aksi berbahaya yang dilakukan Romano Fenati (Marinelli Snipers) di MotoGP San Marino, Minggu (9/9/2018). Menurut Rossi, aksi mantan anak didiknya itu tidak pantas ditolerir.

Fenati menarik perhatian di Sirkuit Marco Simoncelli. Ia melakukan tindakan berbahaya kepada sesama pembalap asal Italia, Stefano Manzi, dalam sesi balap Moto2.

Di pertengahan balap, kedua rider tuan rumah ini sempat bersenggolan hingga sama-sama keluar trek. Setelah kembali ke lintasan, keduanya kembali bersenggolan usai menjalani aksi saling salip.

Fenati yang naik pitam segera mengejar Manzi saat melaju di tikungan tujuh dan melaju di sisi kanannya. Dalam kecepatan tinggi, Fenati pun dengan sengaja meraih tuas rem Manzi dan segera mencengkeramnya. Manzi sempat goyah, namun beruntung tak terjatuh.

Fenati kemudian didiskualifikasi dan mendapatkan hukuman larangan tampil dalam dua kali balapan atas tindakannya tersebut. Sedangkan Manzi dijatuhi hukumanan mundur enam posisi start di Aragon, Spanyol pada 23 September mendatang.

“Sungguh buruk melihat apa yang terjadi karena itu tindakan yang sangat berbahaya. Jadi rasanya sangat lega tak ada yang terluka,” ucap Rossi mengomentari aksi pembalap yang merupakan anggota VR46 Riders Academy.

Anak didik Valentino Rossi itu harus menerima kenyataan pahit akibat pelanggaran serius yang dilakukannya. Ia dipecat oleh Tim Marinelli Snipers.[bola]

Related posts

Pendukung Prancis Tewas Rayakan Keberhasilan Juara Piala Dunia 2018

transindonesia.co

Jaksa Terima Bukti Kasus Presiden FIFA Sepp Blatter

transindonesia.co

Harapan Keluarga Pelari Dunia dari Lombok pada Rumah Gubuknya

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.