IPW: Penembakan Polisi di Tol Cipali “Travel Warning Australia”

Sunday, 26 August 2018, 10:52:49 | TRANSDUNIA, TRANSJAWA

Jika dikaitkan dengan travel warning Australia pekan lalu, sepertinya kasus penembakan di Tol Cipali ini sebuah sinyal peringatan akan adanya serangan berikutnya

Dua anggota polisi mengalami luka tembak saat baku tembak dengan sekelompok orang tak dikenal di Tol Cipali, Jumat 24 Agustus 2018 malam.[IST]

TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Kasus penembakan dua polisi di Tol Cipali di Cirebon, Jawa Barat, modus kejahatan baru yang sangat sadis. Polri perlu mengantisipasi modus kejahatan ini agar tidak berulang dan membuat anggota kepolisian menjadi “mati konyol” saat bertugas.

“Meskipun kedua polisi tersebut hanya luka berat, kita harapkan Polri segera menata sistem perlindungan terhadap anggotanya saat bertugas di lapangan,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam pesan tertulisnya kepada transindonesia.co, Ahad 26 Agustus 2018.

Dikatakannya, kasus penembakan terhadap polisi ini saatnya Polri melengkapi mobil patrolinya dengan alat deteksi senjata jarak jauh atau dalam radius tertentu. Sehingga saat menemukan pihak-pihak yang mencurigakan, sebelum melakukan pemeriksaan atau penggeledahan, petugas patroli sudah mengetahui, apakah orang yang dicurigai itu memiliki senjata atau tidak.

Dengan demikian lanjut Neta, petugas kepolisian bisa lebih prepare dalam menghadapi situasi dan tidak “mati konyol” dalam menghadapi penjahat-penjahat yang nekat.

Dari kasus yang ada Neta menyatakan pihaknya mendata ada tiga kelompok yang sering membunuh polisi di lapangan. Yakni, penjahat jalanan, bandar narkoba, dan teroris.

“Penjahat jalanan dan bandar narkoba, biasanya membunuh polisi karena dalam kondisi terjepit. Mereka menembak polisi saat digerebek atau saat hendak ditangkap. Belum pernah ada satu kasus pun, penjahat jalanan atau bandar narkoba serta merta tanpa alasan yang jelas menembak atau membunuh polisi,” ujarnya.

Sedangkan kasus penembakan yang serta merta tanpa alasan jelas hanya dilakukan para teroris terhadap anggota kepolisian. Kasus terakhir terjadi di Jember tahun lalu. Selain itu, beberapa kali polisi yang sedang bertugas diserang teroris dengan serangan bom bunuh diri.

Jadi, melihat serangan di Tol Cipali patut diduga, pelakunya adalah teroris. Sepertinya, mereka sengaja berdiri di pinggir tol agar polisi patroli datang, kemudian mereka menembaknya di bagian vital yang mematikan.

“Jika dikaitkan dengan travel warning Australia pekan lalu, sepertinya kasus penembakan di Tol Cipali ini sebuah sinyal peringatan akan adanya serangan berikutnya. Untuk itu Polri perlu mengantisipasi jaringan teroris pasca serangan di Tol Cipali,” terangnya.

Polri tidak boleh lengah mengingat banyaknya orang asing yang mengikuti Asian Games. Selain itu, sudah saatnya Polri melengkapi mobil patrolinya dengan detektor senjata jarak jauh agar petugasnya di lapangan bisa lebih terlindungi saat bertugas.

Dimana penembakan tersebut terjadi pada Jumat 24 Agustus 2018 pukul 21:30, dua angota polisi baku tembak dengan kelompok orang tak dikenal di KM 224+400 A.

Akibat baku tembak, bagian kaca samping sopir dan mengenai mulut anggota PJR Aiptu Dodon, dan bagian kaca depan sebelah kiri mengenai tangan anggota PJR Aiptu Widi.[ZUL/POB]

tags: , , ,

Related For IPW: Penembakan Polisi di Tol Cipali “Travel Warning Australia”