TRANSGLOBAL

Malapetaka Dunia Pendidikan: “Perilaku Pemda Libatkan Praktisi Pendidikan pada Dunia Birokrasi”

Penulis

TRANSINDONESIA.CO – Fenomena yang terjadi setelah berlakunya otonomi daerah di Indonesia adalah dengan pembentukan DOB (Daerah Otonomi Baru), imbas dari Pilkada Langsung, banyak pejabat daerah yang direkrut dari praktisi pendidikan.

Hal ini tentunya akan berimbas pada sadar atau tidak sadar pelibatan praktisi pendidikan pada dunia birokrasi oleh kepala daerah, di daerah akan melemahkan tatanan dunia pendidikan pada daerah yang bersangkutan.

Tahukah anda bahwa sumber daya manusia yang ada sangat memegang peranan penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu daerah.

Penulis

Banyak potensi sumber daya alam di daerah yang bisa digali, dikembangkan dan diberdayakan, namun apabila kepala daerah tidak mampu mengatur dan menata semuanya, maka akan menjadi stagnan dan pembangunan di daerah akan perjalan lamban atau jalan di tempat.

Salah satu profesi yang saat ini banyak dilibatkan dalam lingkup birokrasi adalah para guru.

Dunia pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan dan menghilangkan peran guru, mengurangi penghargaan masyarakat terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik, sibukkan mereka dengan dunia birokrasi, kewajiban dan urusan administrasi, tuntutan penyelesaian tugas dan loyalitas kepada atasan, kewajiban menyenangkan dan memenuhi permintaan atasan, melayani dan menerima serta menyelesaikan keluhan masyarakat dan lain sebagainya yang orientasinya adalah mengamankan jabatan pimpinan dan diri sendiri serta orientasi materi.

Hal inilah yang merupakan salah satu pelemahan motifasi berkarier bagi sebagian aparatur negara lainnya yang sebenarnya telah memahami dan sejak awal kariernya konsen dalam dunia kerja Pemda (Pemerintah Daera).

Apabila hal ini terus dibiarkan, maka negara kita pada suatu saat akan mengalami krisis tenaga pengajar bagi masa depan bangsa dan negara kita.

Mari selamatkan dunia pendidikan kita dengan tidak membiarkan tenaga pendidik negeri ini sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” untuk terjun pada dunia birokrasi.

Save Guruku demi Negeriku Tercinta. [Lamimi_633.com Widyaiswara Kemendagri-RI]

Related posts

KPK Sarankan Chairul Tanjung Tak Ajak Pejabat Naik Pesawat Pribadi

Anggoro di Vonis 5 Tahun Penjara

Ibas Kecam Aksi Teror Jakarta

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.